banner-sidebar
ADVDPRD SamarindaKaltimSamarinda

Rapat Serius Bahas Banjir & Longsor, DPRD Soroti PUPR Samarinda

Avatar
1045
×

Rapat Serius Bahas Banjir & Longsor, DPRD Soroti PUPR Samarinda

Share this article
Rapat Serius Bahas Banjir & Longsor, DPRD Soroti PUPR Samarinda
DPRD Samarinda hearing bersama PUPR Samarinda. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, SamarindaKomisi III DPRD Samarinda ngajak Dinas PUPR buat rapat bareng hari Kamis (15/5/2025). Lokasinya di ruang Komisi III, dan topik utamanya nggak jauh-jauh dari masalah klasik Kota Tepian: banjir dan longsor yang makin sering terjadi dalam sepekan terakhir. Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, bareng anggota lainnya dan Kepala Dinas PUPR, Desy Damayanti, hadir langsung buat bahas solusi konkret.

Abis rapat, Deni bilang kalau pertemuan ini penting banget buat ngecek sejauh mana penanganan banjir udah dilakuin. Menurutnya, curah hujan yang tembus 135 mm per hari udah bikin sistem drainase kota megap-megap.

DPRD juga nyorotin soal perumahan yang banyak dibangun tanpa kolam retensi. Apalagi, pengupasan lahan yang brutal dan nggak diawasi juga jadi biang kerok makin parahnya banjir di Samarinda. “Harus ada pengawasan yang ketat, kalau nggak ya banjir terus,” tegas Deni.

Selain soal banjir, proyek terowongan yang sempat longsor juga ikut dibahas. Deni bilang, dari awal pihaknya udah wanti-wanti soal risiko longsor karena kemiringan tanah. Makanya dia minta kejadian kayak gitu jangan sampai keulang dan keselamatan warga harus jadi prioritas.

Sementara itu, Desy dari Dinas PUPR jelasin kalau mereka sebenarnya cuma bagian dari tim penanganan yang diketuai langsung Wali Kota lewat BPBD. Katanya, mereka udah mulai mantau potensi longsor sejak Februari, dan sempat prediksi sliding bakal terjadi dalam waktu empat bulan. Tapi ternyata, hujan deras bikin tanah amblas lebih cepat dari perkiraan.

Desy juga kasih update kalau penguatan lereng udah masuk rencana kerja mereka. Proyeknya bakal tetap lanjut pakai sisa kontrak yang ada, tanpa nambahin anggaran baru. Jadi, biayanya tetap aman.

Ngomongin soal pelebaran jalan dari Jalan Sultan Sulaiman ke Jalan Sejati, ternyata proyek itu udah dirancang dari 2022. Tapi emang belum bisa dieksekusi bareng pembangunan terowongan karena masalah arus lalu lintas yang bisa makin ribet.

Komisi III berharap semua langkah yang diambil Pemkot bisa jadi jawaban atas keresahan warga. Jangan sampai tiap hujan deras, warga cuma bisa pasrah rumahnya kebanjiran atau lewat jalan yang longsor.

Kedepannya, sinergi antar instansi jadi kunci buat wujudkan Samarinda yang bebas banjir dan lebih aman. Warga juga pengin bukti nyata, bukan cuma wacana. Jadi, ayo bareng-bareng gasin solusi, bukan sekadar diskusi! (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih