banner-sidebar
Balikpapan

Ramadan Dorong Kepedulian ASN Balikpapan, Zakat Disalurkan Melalui Baznas

Avatar
839
×

Ramadan Dorong Kepedulian ASN Balikpapan, Zakat Disalurkan Melalui Baznas

Share this article
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan– Tingkat kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menunaikan kewajiban zakat terus meningkat. Hingga saat ini, sekitar 85 persen dari total kurang lebih 4.000 ASN di Pemkot Balikpapan tercatat telah menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan.

Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan ASN Balikpapan. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud juga menunaikan kewajiban zakatnya melalui Baznas sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan zakat oleh lembaga resmi.

Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat secara ekonomi. Ia menyebutkan bahwa zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga mengandung makna spiritual untuk membersihkan harta yang dimiliki.

Menurutnya, setiap individu yang memperoleh penghasilan dari usaha maupun pekerjaan memiliki tanggung jawab untuk menunaikan zakat. Secara filosofis, harta yang dimiliki belum dianggap bersih apabila kewajiban zakat belum ditunaikan.

Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi pengingat bagi umat Muslim, khususnya ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan, agar semakin peduli terhadap sesama dengan menyalurkan zakat secara rutin.

Rahmad juga menjelaskan bahwa zakat mal umumnya ditunaikan dengan besaran minimal 2,5 persen dari total penghasilan. Besaran tersebut merupakan ketentuan yang berlaku bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib zakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Balikpapan Abdul Rosyid Bustomi menyampaikan bahwa penyaluran zakat pada Ramadan tahun ini melibatkan berbagai unsur di lingkungan Pemkot Balikpapan. Tidak hanya Wali Kota Balikpapan, tetapi juga para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga ASN di berbagai instansi turut menyalurkan zakat melalui Baznas.

Bustomi menjelaskan bahwa pada Ramadan tahun sebelumnya Wali Kota Balikpapan juga menyalurkan zakat melalui Baznas. Tradisi tersebut kembali dilakukan tahun ini sebagai bentuk komitmen memperkuat pengelolaan zakat secara transparan dan terorganisir melalui lembaga resmi.

Baznas Kota Balikpapan juga terus mengajak seluruh ASN di Balikpapan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut. Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, zakat yang terkumpul diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Bustomi, besaran zakat yang dibayarkan ASN di Balikpapan disesuaikan dengan golongan serta tingkat penghasilan masing-masing. Secara umum, zakat yang disalurkan berkisar 2,5 persen dari total pendapatan yang diterima setiap bulan.

Dana zakat yang terkumpul kemudian disalurkan kepada para mustahik atau masyarakat yang berhak menerima bantuan. Pada Ramadan tahun ini, jumlah penerima manfaat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun lalu zakat disalurkan kepada sekitar 2.000 mustahik di Balikpapan, maka pada Ramadan tahun ini jumlah penerima meningkat menjadi sekitar 4.000 mustahik yang tersebar di berbagai wilayah Kota Balikpapan.

Peningkatan jumlah penerima manfaat tersebut diharapkan mampu membantu lebih banyak warga yang membutuhkan. Selain itu, zakat juga diharapkan dapat memperkuat peran sosial dalam mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat di Balikpapan.

Ke depan, Baznas Kota Balikpapan berharap partisipasi ASN maupun masyarakat umum dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi dapat terus bertambah. Dukungan tersebut dinilai penting agar program penyaluran zakat di Balikpapan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dengan pengelolaan yang transparan dan penyaluran yang tepat sasaran, zakat di Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban ibadah semata, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Balikpapan. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih