Kaltimdaily.com – Bank Indonesia (BI) Kaltim bareng BI Balikpapan lagi serius banget ngedorong penggunaan QRIS alias Quick Response Code Indonesian Standard di seluruh penjuru Kalimantan Timur. Target mereka bukan main, yakni 831.200 pengguna QRIS sampai akhir tahun 2025 demi dukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
Kepala BI Kaltim, Budi Widihartanto, bilang kalau mereka udah full speed dalam edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Angkanya juga udah gila banget nih—per Mei 2025, jumlah pengguna QRIS di Kaltim udah nyentuh 812.500, dengan total 46,8 juta transaksi! Bahkan jumlah merchant aktif tembus 698.400 unit.
Buat 2025, BI Kaltim & BI Balikpapan punya target gede: 80,8 juta transaksi QRIS, dan 864.300 merchant. BI Balikpapan ngurusin area Paser, PPU, dan Kota Balikpapan. Sementara BI Kaltim fokus di Samarinda, Bontang, Berau, Kukar, Kutim, Kubar, dan Mahulu.
“Khusus wilayah BI Kaltim, targetnya 50,7 juta transaksi QRIS dan 410 ribuan merchant aktif,” jelas Budi saat di Samarinda, Selasa (1/7/2025).
Kerennya lagi, target-target itu mulai keliatan hasilnya. Sampai akhir Mei 2025, volume transaksi udah tembus 39 juta kali alias 77% dari target. Pengguna udah tercapai 49%, dan merchant malah over target 183% jadi 442.600 merchant!
“Ini semua berkat sosialisasi yang terus kami gas dari awal tahun. Bahkan Februari pengguna QRIS masih 800 ribuan, Maret udah naik jadi 805.600,” tambahnya. Merchant juga terus tumbuh, dari 628 ribu jadi 644 ribu hanya dalam sebulan.
Yang bikin makin optimis, QRIS gak cuma rame di kota aja. BI juga nyasar pelaku UMKM dan komunitas-komunitas di daerah pedalaman biar transaksi digital makin merata. Pokoknya semua diajak digital-an!
Biar makin ngehits, Kota Samarinda juga lagi siap-siap jadi tuan rumah dua event nasional: Puncak HKG PKK ke-53 dan Rakernas X TP PKK 2025. Acara ini bakal digelar Selasa, 8 Juli 2025, di GOR Kadrie Oening.
Asisten I Setdaprov Kaltim, Syirajuddin, bilang semua sektor udah matangkan persiapan—dari konsumsi, logistik, sampai pengamanan tamu penting kayak Selvi Ananda (istri Wapres). Total peserta yang bakal hadir tembus 2.300 orang.
Momentum kolaborasi antara promosi QRIS dan gelaran nasional ini jadi kesempatan emas buat Kaltim tampil keren di kancah nasional. Pemerintah daerah dan BI tinggal jaga ritme, jangan kasih kendor!
Kalau sukses, bukan cuma transaksi QRIS yang meroket, tapi juga nama Kaltim sebagai provinsi yang siap menyambut era digital dan jadi penyangga utama IKN bakal makin melejit. Yuk, support bareng gerakan cashless ini! (*)















