Kaltimdaily.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan terus meningkatkan upaya mitigasi banjir dengan membenahi sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan genangan pada musim hujan. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan saat ini tengah mengebut beberapa proyek perbaikan saluran air, dengan kawasan Simpang Gunung Sari menjadi fokus utama penanganan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, Rita, menjelaskan bahwa pekerjaan di Gunung Sari masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada 31 November 2025. Ia menegaskan bahwa pengerjaan tersebut termasuk bagian dari program penataan drainase yang menyasar lokasi-lokasi rawan genangan di Kota Balikpapan. “Aktivitas perbaikan di Gunung Sari berjalan hingga akhir November. Untuk Gunung Malang belum masuk agenda tahun ini, sementara penataan di Jalan Ahmad Yani dilakukan bertahap karena bersamaan dengan pembenahan saluran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh pengerjaan dilakukan berdasarkan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, Pemkot Balikpapan tetap menempatkan proyek-proyek yang berdampak langsung terhadap pengurangan risiko banjir sebagai prioritas. Rita juga mengungkapkan bahwa wilayah Gunung Malang pernah menjadi daerah yang sering tergenang sebelum menerima penataan saluran beberapa waktu lalu. “Saat ini kawasan tersebut hanya membutuhkan penataan lanjutan agar lebih rapi dan nyaman dipandang,” jelasnya.
Proyek drainase di area Gunung Sari, tepatnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, mencakup penanganan saluran sepanjang kurang lebih 475 meter. Lokasi ini dikenal memiliki arus kendaraan yang padat dan kerap mengalami genangan saat hujan deras. Melalui pembenahan saluran air, diharapkan aliran dapat bergerak lebih cepat sehingga tidak menimbulkan genangan yang memicu banjir.
Rita menegaskan bahwa proyek ini merupakan lanjutan dari upaya penanganan titik-titik kritis di Balikpapan yang membutuhkan percepatan. Pemerintah berharap, setelah seluruh tahap selesai, sistem drainase di kota ini dapat bekerja lebih optimal dalam mengalirkan air hujan, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot Balikpapan juga berencana memperluas penanganan ke beberapa wilayah lain yang berpotensi mengalami genangan. Pemerintah menilai bahwa penataan drainase merupakan kunci untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar sepanjang musim penghujan.
Pada saat yang sama, warga Balikpapan diimbau untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan penanganan banjir tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kelancaran aliran air. (*)

















