Kaltimdaily.com, Balikpapan – Buat ngurangin pengangguran dan beresin masalah drainase yang telantar, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan nyiapin dana segar Rp5 miliar buat ngejalanin Program Padat Karya 2025.
Fokus utamanya? Kasih penghasilan tambahan buat warga yang ekonominya sempat kena dampak pandemi, sekaligus ngajak mereka turun tangan beresin saluran air di lingkungannya.
Kepala Bidang SDA DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, bilang program ini nyasar 15 kelurahan di berbagai kecamatan dan ditargetin bisa serap 1.500 tenaga kerja lokal.
“Kita gak cuma mau bangun infrastruktur, tapi juga bangun kesadaran warga soal pentingnya jaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air,” kata Jen, Selasa (15/07/2025).
Tiap kelurahan dapet jatah dana Rp306 juta buat operasional dan bayar tenaga kerja. Skemanya swakelola bareng LKM di masing-masing wilayah.
Setiap kelompok kerja, yang isinya antara 100–150 orang, dikasih upah harian Rp140 ribu. Durasi kerja efektif 10 hari, tapi masa kontraknya sebulan biar fleksibel.
Pekerjaannya nggak ribet kok, lebih ke bersihin lumpur, angkat sedimen, dan sampah dari saluran drainase. Nggak ada pembangunan baru, cuma perawatan rutin biar air ngalir lancar.
“Dampaknya nyata banget. Sistem drainase jadi lebih lancar, risiko banjir juga berkurang, apalagi di daerah padat penduduk,” jelas Jen.
Ternyata manfaat program ini nggak cuma soal ekonomi. DPU ngeliat ada efek sosial yang keren juga. Warga jadi makin peduli soal kebersihan lingkungan karena mereka ikut andil langsung.
“Pas mereka turun bersihin sendiri, baru sadar pentingnya nggak buang sampah sembarangan. Ada rasa memiliki juga,” tambahnya.
Program ini udah resmi jalan dari 11 Juni sampai 11 Juli 2025. Penandatanganan kontrak dilakuin bareng perwakilan LKM. Selama sebulan penuh, kegiatan diawasi ketat lewat evaluasi berkala oleh fasilitator di tiap kelurahan. Mulai dari perencanaan sampai pelaporan akhir, semua dimonitor.
Lewat program ini, Balikpapan bukan cuma nanganin masalah teknis kayak genangan air, tapi juga bangun karakter warga lewat semangat gotong royong. Ini bukti kalau pembangunan nggak melulu soal beton dan aspal, tapi juga kolaborasi dan kesadaran sosial.
DPU berharap Program Padat Karya bisa lanjut tiap tahun, dengan cakupan yang makin luas.
Harapannya, selain bikin drainase kota makin prima, juga bisa jadi solusi permanen buat ngurangin pengangguran dan ningkatin kualitas hidup warga Balikpapan ke depannya. (*)















