Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan kritik tajam terhadap pelaksanaan program nasional Koperasi Merah Putih yang ia anggap belum siap dijalankan, terutama di tingkat kelurahan.
Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri pembukaan Soekarno Cup U-17 Voli Putri di Lapangan AVBC Samarinda, Sabtu (19/7/2025). Menurut Iswandi, meskipun program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat melalui koperasi desa dan kelurahan, tapi pelaksanaannya di Samarinda masih sebatas formalitas.
“Beberapa kelurahan memang sudah membentuk koperasi, tapi masih sebatas pengesahan badan hukumnya saja. Belum ada petunjuk teknis tentang bagaimana koperasi ini akan berjalan, termasuk pendanaan dan kegiatan operasionalnya,” ujar politisi dari PDI Perjuangan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa banyak koperasi yang dibentuk belum memiliki perencanaan matang. Tanpa bimbingan dan dukungan teknis, koperasi yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi justru bisa gagal memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku UMKM di tingkat lokal.
“Kalau hanya dideklarasikan tanpa pendampingan, akhirnya cuma jadi proyek seremonial. Pemerintah Kota harus ikut turun tangan mengevaluasi dan memastikan koperasi yang sudah dibentuk benar-benar berjalan,” tegas Iswandi.
Ia juga menyoroti soal ketiadaan dana dan struktur kerja yang jelas, yang menurutnya bisa menyebabkan koperasi tersebut tak beroperasi alias mati suri. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengawal program ini hingga ke level akar rumput.
Lebih lanjut, Iswandi meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada jumlah koperasi yang terbentuk, tapi juga pada kualitas dan keberlanjutannya. Tanpa evaluasi yang serius, dikhawatirkan koperasi hanya menjadi data di atas kertas tanpa dampak nyata di masyarakat.
Sementara itu, pembukaan Soekarno Cup Voli Putri U-17 yang ia hadiri menjadi bagian dari semarak Bulan Bung Karno yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Kaltim. Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga bentuk pembinaan generasi muda lewat olahraga dan semangat kebangsaan. (*)















