banner-sidebar
FokusSamarinda

Pria di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Pastikan Tanpa Tanda Kekerasan

Avatar
1009
×

Pria di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Pastikan Tanpa Tanda Kekerasan

Share this article
Evakuasi Korban. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Warga Gang Musyawarah RT 3, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria di dalam rumahnya pada Minggu malam (29/3/2026) sekitar pukul 20.26 WITA. Korban diketahui bernama Ardiansyah (51), seorang karyawan toko pakan ternak yang juga merupakan penyandang tuna wicara.

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan kerabat korban, Budi, yang mencium bau menyengat dari arah rumah Ardiansyah. Aroma tidak sedap tersebut tercium semakin kuat saat ia melintas di depan rumah yang tampak gelap dan terkunci dari dalam. Awalnya, Budi bermaksud memanggil korban karena ada anggota keluarga yang sedang sakit, namun kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan.

Merasa ada hal yang tidak wajar, Budi kemudian menghubungi pihak keluarga dan warga sekitar. Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk membuka paksa pintu rumah. Saat berhasil masuk, korban ditemukan dalam posisi terlentang di ruang keluarga dengan kondisi tubuh yang telah membusuk.

Berdasarkan keterangan saksi, Ardiansyah terakhir kali terlihat pada malam Jumat setelah salat Magrib. Sejak saat itu, tidak ada aktivitas yang terlihat dari dalam rumah. Korban diketahui telah lama tinggal seorang diri setelah berpisah dari istri dan anaknya.

Petugas dari Polresta Samarinda yang tiba di lokasi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. AIPTU Joko Wahyudi dari unit Pamapta menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.

Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit atau kemungkinan terjatuh di dalam rumah. Untuk memastikan penyebab kematian, jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim Inafis bersama PMI Kota Samarinda dan dibawa ke RSUD AW Syahranie guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian serupa di Samarinda yang melibatkan warga yang tinggal seorang diri tanpa pengawasan rutin dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut seringkali membuat kejadian darurat terlambat diketahui oleh warga maupun keluarga.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial terhadap tetangga, terutama bagi mereka yang hidup sendiri. Dengan komunikasi dan perhatian yang lebih intens, potensi kejadian serupa di Samarinda dapat diminimalkan serta penanganan bisa dilakukan lebih cepat. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih