banner-sidebar
Nasional

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu

Avatar
1020
×

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu

Share this article
Prabowo. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada Kamis (11/9/2025). Kegiatan ini bertujuan meninjau langsung kondisi fasilitas pendidikan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan akses sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut meriah oleh para pelajar dengan yel-yel semangat, tarian tradisional Betawi Kembang Jatoh, hingga paduan suara sekolah yang pernah tampil di Istana Negara. Dalam suasana penuh keakraban, Prabowo berinteraksi langsung dengan para siswa, bahkan sempat merapikan baret salah satu pelajar. “Terima kasih semuanya, belajar yang baik,” ucapnya memberikan semangat.

Dalam kunjungannya, Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya. Presiden meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, hingga area olahraga. Saat berada di salah satu asrama, ia menuliskan pesan motivasi: “Belajar yang baik, hormati guru. Cintai ayah dan ibu. Rajin sembahyang, selalu sopan dengan teman.” Ia juga menilai fasilitas SRMA lebih layak dibandingkan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan militer.

Prabowo menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan kedua bagi anak-anak yang sempat putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, sekolah ini dirancang untuk membangkitkan rasa percaya diri siswa agar mampu bersaing di masa depan. “Alhamdulillah, Sekolah Rakyat jadi tempat bagi anak-anak yang putus sekolah. Kita beri lingkungan terbaik supaya mereka percaya diri dan mendapat pendidikan terbaik,” tegasnya.

Salah satu siswi bernama Juniar Diah Afifah (16) asal Setiabudi mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Presiden. “Aku kaget sekaligus senang banget, soalnya baru pertama kali ketemu Pak Presiden,” tuturnya penuh antusias.

Hingga saat ini, pemerintah telah mendirikan 100 Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Target hingga akhir September 2025 adalah membangun 165 sekolah dengan kapasitas 15.895 siswa, serta didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas.

Lebih jauh, keberadaan Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini. Pemerintah menilai bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan kunci utama untuk mewujudkan generasi unggul dan mandiri di masa depan.

Dengan langkah ini, Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi. Pemerintah bertekad menjadikan pendidikan sebagai pintu keluar dari lingkaran kemiskinan dan membuka jalan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang siap membawa Indonesia ke arah lebih maju. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih