Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, akhirnya buka suara soal skema baru Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025. Dalam keterangannya ke wartawan, Rabu (21/5/2025), Novan bilang ada perubahan gede di sistem masuk sekolah negeri umum. Salah satunya yang paling bikin kaget: nilai rapor udah nggak jadi acuan buat masuk!
“Sekarang, sekolah negeri umum udah nggak pakai nilai rapor buat seleksi. Kecuali sekolah terpadu bentukan Kementerian, itu beda cerita,” jelas Novan.
Jadi, jalur prestasi berbasis nilai yang biasanya bisa dipakai buat pilih sekolah, sekarang dihapus. Sistemnya full diganti sama zonasi, afirmasi, dan jalur pindahan orang tua. Tapi khusus sekolah terpadu, tetap ada tes tambahan plus pertimbangan nilai.
Nggak cuma soal jalur masuk, Novan yang juga dari Fraksi Golkar ini bilang kalau jumlah kursi juga lebih ketat. Sekolah nggak bisa seenaknya nambah kuota. “Kalau jatahnya 35 kursi, ya cuma 35 yang diterima. Nggak bisa nambah-nambah sendiri. Ini berlaku juga buat tingkat SMA,” tegasnya.
Meskipun nama PPDB sekarang diganti jadi FPNB alias Format Penerimaan Nasional Baru, sistem dasarnya sih tetap mirip. Bedanya cuma di bagian kualifikasi dan aturan kuota yang makin ketat.
Tujuan perubahan ini, kata Novan, biar sistem masuk sekolah jadi lebih transparan dan adil. Nggak ada lagi tuh drama manipulasi nilai atau titip-titipan kursi. Semua diatur biar anak-anak bisa dapet sekolah sesuai zona dan prioritas yang sah.
Meski perubahan ini terkesan mendadak, tapi diharapkan bisa ngasih efek positif buat dunia pendidikan di Samarinda. Orang tua dan siswa juga diminta lebih aware sama syarat dan jalur yang sekarang berlaku biar nggak salah langkah.
DPRD juga janji bakal terus ngawal proses ini supaya sistem barunya nggak cuma di atas kertas doang, tapi juga beneran dijalankan dengan adil dan konsisten di lapangan. (ADV/DPRDSMR/YN)







