Kaltimdaily.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan baru-baru ini meresmikan Lapangan Sepinggan Baru, juga dikenal dengan nama Lapangan Sebaru, yang menjadi fasilitas olahraga baru yang strategis di kawasan Balikpapan Selatan.
Lapangan ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas masyarakat, menyediakan ruang untuk olahraga dan interaksi sosial sepanjang hari.
Wahyullah Bandung, anggota Komisi III DPRD Balikpapan yang juga seorang arsitek, menjelaskan bahwa lapangan ini tidak hanya untuk olahraga sepak bola. Menurutnya, Lapangan Sepinggan Baru akan menjadi tempat yang “hidup 24 jam”, memberi kesempatan bagi masyarakat untuk tetap aktif, bahkan pada malam hari, berkat penerangan yang memadai.
Keberadaan lapangan ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM yang dapat membuka usaha di sekitar lokasi, sehingga mendukung perekonomian lokal.
Lebih dari sekadar tempat olahraga, Lapangan Sebaru dirancang untuk menjadi ruang terbuka yang multifungsi, dapat digunakan untuk kegiatan komunitas, hiburan keluarga, dan berbagai aktivitas sosial lainnya. Rahmad Mas’ud, Wali Kota Balikpapan, mengajak warga untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan baik, mengingat lapangan ini adalah hasil kerja keras untuk kepentingan rakyat. “Lapangan ini dari rakyat untuk rakyat,” ujarnya.
Sebelum peresmian, Lapangan Sebaru telah digunakan selama tiga minggu untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola Wali Kota Cup 2025, yang melibatkan 40 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Turnamen ini berlangsung dari siang hingga malam, tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pedagang kecil yang membuka lapak di sekitar lapangan. Suratno, salah satu pedagang yang berjualan selama turnamen, mengungkapkan bahwa dagangannya laris manis berkat tingginya jumlah pengunjung.
Lapangan Sebaru, bersama dengan Taman Tiga Generasi yang berada di dekatnya, menjadi model pembangunan ruang publik yang mendukung kegiatan warga di Balikpapan Selatan.
Kehadiran fasilitas ini memperkuat peran olahraga dalam menyatukan masyarakat. Sebelumnya, Balikpapan juga telah memiliki sejumlah fasilitas olahraga lainnya, seperti Lapangan PONI di Kampung Baru dan Stadion Batakan, yang turut menghidupkan kawasan sekitarnya.
Dengan keberadaan lapangan ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap dapat menciptakan ruang yang tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, tetapi juga untuk menciptakan ruang bagi interaksi sosial yang produktif.
Warga kini memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk beraktivitas, sementara perekonomian lokal juga mendapat dampak positif. Pemerintah berencana untuk terus memperluas fasilitas serupa di berbagai titik di Balikpapan, menciptakan kota yang lebih ramah dan aktif bagi seluruh warganya. (*)















