Kaltimdaily.com, Bola – Atalanta vs Chelsea pada laga terakhir fase grup Liga Champions 2025/2026 berakhir dengan kekalahan bagi The Blues. Bertanding di New Balance Arena pada Rabu dini hari waktu Indonesia, Chelsea yang sempat unggul lebih dulu harus menyerah 1-2 dari wakil Italia tersebut.
Chelsea mengawali pertandingan dengan tempo tinggi dan berhasil memecah kebuntuan di babak pertama melalui sontekan Joao Pedro. Gol itu tercipta setelah rangkaian kerja sama rapi di lini tengah yang dipimpin Enzo Fernandez dan Reece James, membuat The Blues mendominasi permainan sepanjang 45 menit awal.
Namun, kondisi berubah signifikan setelah memasuki babak kedua. Tertinggal satu gol, Atalanta tampil lebih agresif dan langsung menyamakan kedudukan lewat sundulan keras Gianluca Scamacca. Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan yang membuat La Dea semakin percaya diri dalam melakukan tekanan.
Serangan beruntun tim asuhan Gian Piero Gasperini akhirnya menghasilkan gol penentu kemenangan. Charles De Ketelaere menjadi pahlawan setelah menuntaskan umpan matang dari Ademola Lookman di menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang, memastikan Atalanta mengamankan tiga poin pada laga pamungkas mereka.
Tambahan poin tersebut menempatkan Atalanta di posisi ketiga klasemen Grup E dengan total 13 angka, hanya terpaut dua poin dari Arsenal dan Bayern Muenchen. Sementara itu, Chelsea harus puas turun ke peringkat ke-11 dengan perolehan 10 poin, membuat peluang mereka bersaing di Eropa semakin terbatas.
Pada laga Atalanta vs Chelsea ini, Gasperini menerapkan formasi 3-4-2-1 yang berjalan efektif. Marco Carnesecchi tampil solid di bawah mistar, sedangkan duet Scamacca dan De Ketelaere menjadi pembeda.
Di sisi lain, perubahan pemain yang dilakukan Mauricio Pochettino melalui masuknya Alejandro Garnacho dan Malo Gusto tidak cukup membantu Chelsea bangkit.
Kekalahan ini melanjutkan tren negatif Chelsea setelah sebelumnya takluk 1-3 dari Leeds United di kompetisi domestik. The Blues kini dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin memperbaiki performa, terlebih menghadapi jadwal padat pada periode akhir tahun.
Sebagai tim dengan ambisi besar di kompetisi Eropa, Chelsea harus menemukan konsistensi permainan agar tidak semakin tertinggal dari para pesaingnya. Evaluasi taktik dan peningkatan mental bertanding menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad asuhan Pochettino.
Dengan kondisi yang semakin menantang, laga berikutnya akan menjadi momentum penting bagi Chelsea untuk membuktikan kemampuan mereka. Para pendukung The Blues berharap kekalahan ini dapat menjadi pemicu kebangkitan dan bukan awal dari kemerosotan lebih jauh. (*)















