Kaltimdaily.com, Samarinda – Komisi II DPRD Kota Samarinda ngajak kumpul bareng para penggerak pertanian Samarinda buat ngobrol santai tapi serius di Ruang Rapat Sekretariat DPRD, Rabu (4/6/2026).
Audiensi ini jadi ajang silaturahmi antara petani lokal dan para wakil rakyat biar makin klop dalam bangun dunia pertanian Samarinda.
Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Iswandi, rapat ini juga dihadiri anggota DPRD lainnya kayak Viktor Yuan, Rusdi Doviyanto, dan Joko Wiratno. Gak ketinggalan juga, para pejuang pertanian dari berbagai kecamatan serta tim dari KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kota Samarinda turut duduk bareng.
Iswandi ngaku senang karena dapet banyak masukan dari para petani. Menurutnya, banyak banget insight yang bisa dijadikan bahan untuk ngedorong kebijakan ke arah yang lebih pro-petani.
“Masukan-masukannya keren banget, kita bisa bantu petani lewat terobosan yang lebih nyambung sama kebutuhan mereka,” kata Iswandi.
Ketua KTNA Samarinda, Adung Karyo Sedio Utomo, nambahin bahwa kolaborasi ini penting banget buat nyatuin gerakan pertanian lokal sama dukungan dari DPRD.
Tapi yang paling ditekankan, mereka pengin dorong kemandirian, bukan sekadar nunggu bantuan terus-terusan.
“Masalah utama itu kadang bukan bantuannya, tapi miskomunikasi aja. Kami pengin petani bisa berdiri sendiri,” tegas Adung.
Adung juga nyentil soal panjangnya rantai pasok hasil pertanian. Kalau bisa dipotong, harga jual ke masyarakat bisa lebih murah, dan petani juga dapet keuntungan lebih. Jadi, dia ngajak DPRD buat bareng-bareng dorong pendekatan yang lebih bisnis dan efisien.
Masalah lainnya yang diangkat adalah soal data. Saat ini, data soal potensi pertanian Samarinda masih kurang lengkap. Padahal ada beberapa kecamatan yang potensinya gede banget, kayak Palaran, Sambutan, Samarinda Utara, dan Loa Janan Ilir. Sungai Kunjang sendiri lebih condong ke pengolahan hasil tani.
Makanya, Adung berharap ada regulasi yang lebih konkret dan memihak. Bahkan, ada ide biar DPRD bisa fasilitasi event kayak Pekan Petani sampai pembangunan Toko Serba Murah (TSM) hasil tani biar produk petani bisa langsung nyampe ke tangan konsumen tanpa perantara panjang.
Langkah selanjutnya, DPRD bakal undang dinas-dinas terkait kayak Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, dan Dinas Perdagangan buat nindaklanjuti hasil obrolan ini. Kolaborasi bareng semua pihak jadi kunci biar dunia pertanian Samarinda makin maju dan petaninya makin sejahtera.
Para penggerak pertanian Samarinda berharap hasil audiensi ini gak cuma jadi formalitas, tapi benar-benar diwujudkan lewat aksi nyata. Dengan dukungan politik dan kebijakan yang tepat sasaran, petani lokal bisa jadi pemain utama di dapur pangan Samarinda! (*)







