banner-sidebar
Samarinda

Pemkot Samarinda Siapkan 10 TPS Insinerator, Kapasitas Capai 600 Ton per Hari

Avatar
946
×

Pemkot Samarinda Siapkan 10 TPS Insinerator, Kapasitas Capai 600 Ton per Hari

Share this article
Sampah. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memastikan sebanyak 10 unit Tempat Penampungan Sementara (TPS) berbasis insinerator akan segera dioperasikan. Fasilitas ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk menangani persoalan sampah yang mencapai ratusan ton per hari di wilayah tersebut.

Wali Kota Andi Harun menyampaikan bahwa seluruh pembangunan fisik TPS insinerator pada dasarnya telah rampung. Saat ini, pengerjaan hanya menyisakan penyempurnaan ringan seperti penataan ruang terbuka hijau dan estetika kawasan. Secara teknis, fasilitas dinyatakan siap digunakan.

Namun demikian, operasional penuh masih menunggu proses komisioning atau uji coba sistem. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal dan memenuhi standar operasional yang ditetapkan. Pemerintah berencana meresmikan seluruh unit secara serentak setelah proses tersebut selesai.

Setiap TPS insinerator dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 20 ton sampah dalam delapan jam. Dengan sistem operasional dua hingga tiga shift per hari, total kapasitas pengolahan diperkirakan mencapai 400 hingga 600 ton per hari, sehingga mampu mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang selama ini terpusat di TPA kawasan Sambutan. Dengan distribusi pengolahan yang lebih merata, sistem pengelolaan sampah di Samarinda diharapkan menjadi lebih efisien dan terkendali.

Dari sisi teknologi, Pemkot Samarinda menegaskan bahwa sistem insinerator yang digunakan telah dirancang ramah lingkungan. Proses pembakaran tidak langsung melepaskan emisi ke udara, melainkan melalui sistem penyaringan berbasis air. Hasil filtrasi kemudian diuji untuk memastikan sesuai dengan standar kualitas lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya reformasi pengelolaan sampah secara menyeluruh. Pemerintah juga telah menghentikan metode pembuangan terbuka (open dumping) dan beralih ke sistem yang lebih modern, termasuk pengolahan air lindi untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah turut menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Warga diimbau untuk mulai membiasakan pemilahan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten.

Ke depan, keberadaan TPS insinerator ini diharapkan mampu menjadi titik awal transformasi sistem persampahan di Samarinda menuju standar perkotaan modern. Pengelolaan yang lebih terintegrasi dinilai penting untuk menjawab tantangan volume sampah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah juga optimistis bahwa sinergi antara teknologi dan kesadaran masyarakat akan mempercepat terwujudnya kota yang bersih dan sehat. Dengan dukungan seluruh elemen, Samarinda diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan di Kalimantan Timur. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih