banner-sidebar
KaltimSamarinda

Pemkot Samarinda Genjot Penataan Bantaran Sungai SKM Tahun 2025

Avatar
943
×

Pemkot Samarinda Genjot Penataan Bantaran Sungai SKM Tahun 2025

Share this article
Pemkot Samarinda Genjot Penataan Bantaran Sungai SKM Tahun 2025
SKM. Ft by TK

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemkot Samarinda lagi serius banget nih berbenah di kawasan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM). Salah satu titik yang jadi fokus utama sekarang adalah di sekitar Jembatan Ruhui Rahayu, Kelurahan Temindung Permai. Soalnya, makin padat penduduk, makin sempit juga ruang gerak sungainya. Alhasil, fungsi utama SKM sebagai pengendali banjir makin terganggu gara-gara penumpukan sedimen dan penyempitan jalur air.

Beberapa rumah warga di bantaran itu sebenarnya udah dibongkar sejak tahun lalu. Mereka juga udah dapet dana kerohiman dari Pemkot Samarinda. Nah, sekarang tinggal dua bangunan terakhir yang akhirnya dibersihkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Setelah itu, giliran Dinas PUPR Kota Samarinda yang lanjut bangun turap sebagai penahan tebing sungai.

Nilai proyek turap ini enggak main-main: Rp6,65 miliar dari APBD murni 2025. Turap bakal dibangun sepanjang 15 meter, tinggi sekitar 2 meter, dan masuk ke kedalaman 13 meter. “Kami mohon pengertian warga, karena akses di gang bakal terganggu selama proyek berjalan,” ucap Dedy Sumbawardana selaku PPK proyek segmen Ruhui Rahayu.

Untuk sementara, warga diimbau buat pakai jalur alternatif lewat Jalan Belatuk 1 demi keamanan, karena lalu lintas alat berat lagi padat-padatnya. Proyek ini mulai dikerjakan sejak 13 Juni dan ditarget rampung pada 9 November 2025 alias butuh 150 hari kerja. Saat ini fokusnya masih di tahap awal yaitu bikin jalur khusus alat berat sepanjang 84 meter di samping jembatan.

Langkah Pemkot Samarinda ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen nyata dalam mengurangi risiko banjir lewat penataan kawasan strategis. Meskipun prosesnya bikin akses warga sedikit terganggu, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar, khususnya untuk keselamatan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Ke depannya, diharapkan Pemkot juga bisa memperluas program penataan sungai ini ke titik-titik lain yang selama ini rawan banjir. Dengan sinergi antara warga, Pemkot, dan stakeholder lainnya, mimpi Samarinda bebas banjir bukan cuma wacana, tapi bisa benar-benar jadi kenyataan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih