Kaltimdaily.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) lagi ngebut siapin program Makan Bergizi Gratis (MBG) biar bisa jalan lancar sesuai arahan pusat. Program strategis nasional ini digawangi langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan Pemkab Kukar sekarang lagi fokus petain sekolah-sekolah per wilayah buat ngejamin kelancaran eksekusinya.
Asisten I Setkab Kukar, Ahmad Taufik Hidayat, bilang kalau pihaknya juga lagi nyiapin pembentukan Satgas MBG. Ini jadi tindak lanjut dari arahan Mendagri Tito Karnavian yang minta semua kepala daerah buru-buru bentuk Satgas biar koordinasi antarwilayah bisa makin intens.
“Kata Pak Menteri, Satgas ini penting banget buat ngebut pelaksanaan program MBG. Kepala daerah diminta tunjuk orang yang pas buat mimpin Satgas. Bisa Sekda atau siapa aja, asal punya kewenangan dan sanggup gerakin tim,” ujar Taufik waktu di Tenggarong.
Taufik juga bilang kalau kolaborasi teknis antara pemda dan BGN itu kunci utama. Makanya, BGN udah nyiapin database kontak lengkap mulai dari level provinsi, kabupaten, sampai email personal, supaya pemda gampang koordinasi tanpa ribet.
Selain petain sekolah, Pemkab Kukar juga lagi nentuin lokasi buat bangun dapur MBG atau yang dikenal sebagai Sistem Pelayanan Pembangunan Gizi (SPPG). Penentuan titik dapur ini nggak bisa asal-asalan, harus lihat kondisi geografis, jumlah murid, dan akses transportasi biar semua bisa terjangkau.
“Kita baru aja meeting virtual bareng Mendagri, provinsi, dan seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. Setelah itu, kita langsung tancap gas matangkan program ini,” sambung Taufik.
Dengan dukungan penuh dari pusat dan kerja konkret di lapangan, Kukar optimistis bisa jadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di Kalimantan Timur. Harapannya, program ini nggak cuma ngasih makanan sehat buat anak sekolah, tapi juga bantu turunin angka stunting dan ningkatin kualitas SDM dari usia dini.
Ke depan, kolaborasi antara pemkab, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan buat ngejaga konsistensi dan efektivitas program ini. Kalau semua jalan bareng, Kukar bisa jadi inspirasi nasional soal gizi dan pelayanan anak-anak sekolah yang lebih merata dan berkualitas. (*)

















