banner-sidebar
Bontang

Pemeriksaan HIV Dinkes Bontang Capaikan Target, 65 Kasus Positif Terungkap

Avatar
1196
×

Pemeriksaan HIV Dinkes Bontang Capaikan Target, 65 Kasus Positif Terungkap

Share this article
HIV. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Penyebaran HIV di Kota Bontang masih menjadi masalah serius yang perlu perhatian lebih. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang saat ini memfokuskan upaya pemeriksaan dini pada kelompok-kelompok yang memiliki risiko tinggi.

Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, menyebutkan bahwa ada tujuh kelompok prioritas yang menjadi sasaran skrining, yaitu waria, gay, ibu hamil, penderita tuberkulosis paru, penderita infeksi menular seksual (IMS), pekerja seks, serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas). Kelompok-kelompok ini dianggap sangat rentan dan berpotensi mempercepat penyebaran HIV di masyarakat.

Sepanjang tahun 2024, Dinkes Bontang mencatat sebanyak 7.537 orang telah menjalani pemeriksaan HIV, melampaui target nasional yang hanya 5.574 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan 65 kasus positif, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Memasuki tahun 2025, target pemeriksaan ditetapkan untuk 5.573 orang. Namun, hingga Agustus 2025, baru 3.060 orang yang menjalani tes, dengan hasil 20 kasus positif.

Bahtiar menegaskan bahwa pemeriksaan akan terus dimaksimalkan hingga akhir tahun. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menjalani pemeriksaan, semakin cepat langkah penanganan yang dapat dilakukan. Deteksi dini memungkinkan pasien untuk segera mendapatkan pengobatan, sehingga peluang penularan HIV dapat ditekan.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula kita bisa mengobati,” ujarnya pada Kamis (11/9/2025). Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela. Pemeriksaan ini tidak bertujuan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah penyebaran HIV yang lebih luas.

Dinkes Bontang juga mendorong seluruh fasilitas kesehatan di kota ini untuk aktif menawarkan skrining, terutama bagi kelompok prioritas. Kesadaran individu diharapkan dapat tumbuh, karena HIV dapat menyerang siapa saja tanpa memandang latar belakang. Pemerintah optimistis, dengan adanya pemeriksaan rutin, penanganan HIV akan lebih terkontrol dan dapat menurunkan angka penularan.

Upaya ini merupakan salah satu langkah strategis Bontang dalam menekan laju kasus HIV. Selain melalui skrining, Dinkes juga akan terus gencar melakukan edukasi tentang pencegahan HIV agar masyarakat lebih memahami risiko dan cara melindungi diri dari penyakit ini.

Langkah Dinkes Bontang dalam memperluas pemeriksaan HIV ini menjadi harapan besar untuk menekan penyebaran penyakit menular ini. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat waktu dapat mengurangi dampak buruk dan mencegah penularan lebih lanjut. Pemerintah juga terus berupaya agar layanan kesehatan lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi.

Edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam memerangi HIV. Diharapkan, dengan program yang berkelanjutan ini, Kota Bontang dapat mencapai pengendalian HIV yang lebih baik dan melindungi generasi mendatang dari dampak buruk penyebaran penyakit ini. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih