Kaltimdaily.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, buka suara soal krisis lingkungan yang makin terasa di tengah derasnya pembangunan kota.
Dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya, Rabu (21/5/2025), Arif cerita soal keresahannya dan harapan besar buat kota tercinta.
Wawancara ini nyambung sama keikutsertaannya di program Dialog Publika Live yang tayang dari Studio 2 TVRI Kaltim. Tema acaranya cukup nendang: “Menakar Krisis Ekologi di Balik Laju Pembangunan.”
Arif, yang juga politisi dari Fraksi PKS, bilang kalau pembangunan di Samarinda memang lagi ngebut banget.
“Pertumbuhan ekonomi kita tembus 8,64 persen, jauh di atas nasional yang cuma 5,05 persen. Itu bukti pembangunan kita luar biasa,” ujarnya.
Ia juga nyebut perubahan fisik kota, kayak Pasar Pagi dan infrastruktur jalan, sebagai bukti nyata.
Tapi, di balik itu semua, ada PR besar yang belum kelar: lingkungan. Arif bilang, masalah kayak banjir dan longsor makin sering kejadian. Bahkan, hasil hering dengan Dinas PUPR usai banjir besar kemarin nunjukin ada 45 titik rawan banjir.
“Ini bukan soal sepele, ada korban jiwa bahkan dari anak-anak dan Ketua RT. Kita harus mulai serius soal ini,” tegasnya.
Nggak cuma banjir, Arif juga singgung soal pembukaan lahan liar dan tambang ilegal yang masih merajalela.
Bahkan di pinggir jalan kota pun banyak lahan digunduli tanpa izin. Menurutnya, penanganan lingkungan harus bareng-bareng, dari pemerintah, DPRD, sampai masyarakat.
“Jangan sampai ekonomi naik, tapi lingkungan babak belur. Harus seimbang antara pembangunan dan pelestarian,” katanya.
Ia mendorong semua pihak untuk duduk bareng nyari solusi bareng-bareng, nggak bisa jalan sendiri-sendiri.
Arif juga berharap diskusi publik kayak yang diadakan TVRI bisa jadi ajang refleksi buat semua pihak. Bukan cuma wacana, tapi harus lanjut ke aksi nyata demi masa depan Samarinda yang lebih ramah lingkungan.
Kalau pembangunan udah oke, tinggal gimana kita jaga alam tetap lestari.
Jangan sampai anak cucu kita cuma warisin gedung tinggi, tapi nggak punya air bersih dan udara segar. Saatnya bangun kota tanpa ngorbanin bumi! (ADV/DPRDSMR/YN)







