banner-sidebar
KaltimFokusSamarinda

Aplikator Ngeyel Bakal Dicoret dari Kaltim!

Avatar
834
×

Aplikator Ngeyel Bakal Dicoret dari Kaltim!

Share this article
Aplikator Ngeyel Bakal Dicoret dari Kaltim!
Seno Aji. Ft by Dok KD

Kaltimdaily.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pasang badan soal ketegasan Pemprov terhadap aplikator transportasi online yang bandel.

Dalam audiensi bareng para driver yang tergabung di Seruan Aksi Kebangkitan Transportasi Online Indonesia, Selasa (20/5/2025), Seno ngasih warning keras buat aplikator yang cuek sama undangan resmi pemerintah.

“Ada yang udah tiga kali diundang tapi nggak pernah nongol. Kalau masih ngeyel, ya siap-siap kita SP-3 dan cabut operasionalnya dari Kaltim!” tegas Seno di Kantor Gubernur.

Dia juga bilang, semua transportasi online di Kaltim harus patuh sama aturan yang berlaku, yakni SK Gubernur dan kebijakan dari pemerintah pusat.

Pemprov juga bakal ngirim surat ke Menteri Perhubungan buat minta kejelasan soal regulasi nasional biar nggak tabrakan sama aturan daerah.

Seno nambahin, pihaknya juga minta promo-promo yang bikin driver rugi dihentikan. “Kita pengen driver tetap dapet penghasilan layak, tapi juga jangan bikin tarif ke penumpang jadi gila-gilaan,” ujarnya.

Kalau masih ngeyel? Sanksi siap nungguin. Mulai dari SP-1, lanjut SP-2, sampai SP-3. Kalau tetap nggak patuh, siap-siap ditutup permanen. “Kita nggak bakal ragu buat segel kantor aplikator yang bandel,” ucap Seno tanpa basa-basi.

Soal permintaan bantuan ke Jakarta, Seno janji bakal bantuin ongkos buat 3–5 orang driver perwakilan Kaltim buat gabung ke rapat koordinasi bareng asosiasi transportasi online dari 20 provinsi lainnya.

Khawatir kehilangan kerja? Seno santai aja, karena mitra bisa pindah ke aplikator lain kayak Gojek atau Grab. “Namanya juga mitra, bisa fleksibel. Kalau satu nggak bisa diajak kerja sama, masih ada pilihan lain,” katanya.

Selain urusan transportasi online, Seno juga menyinggung isu lama soal dugaan penyimpangan dana jaminan reklamasi tambang tahun 2010–2018.

“Lagi kita telusuri keberadaannya di internal Pemprov. Nanti bakal dibahas bareng Sekda dan BKD,” ungkapnya.

Sikap tegas ini jadi sinyal kalau Pemprov Kaltim nggak main-main jaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan keadilan bagi para pekerja. Di tengah gempuran digital, pemerintah tetap hadir buat memastikan semua pihak main sesuai aturan. (YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih