Kaltimdaily.com, IKN – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, baru-baru ini mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan pembangunan IKN serta memastikan bahwa masjid memiliki peran sentral dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan toleran.
Nasruddin menegaskan bahwa Masjid Negara yang akan dibangun di IKN bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol toleransi dan pemersatu umat. Menurutnya, masjid ini akan menjadi pusat pemberdayaan umat, yang menyediakan ruang bagi kegiatan pengajian, pelatihan, dan pendidikan kader ulama. Kolaborasi dengan Universitas PTIQ Jakarta akan memastikan bahwa masjid ini menjadi pusat pendidikan yang menghasilkan generasi muda yang tidak hanya kuat dalam bidang agama, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual tinggi.
Selain meninjau rencana pembangunan Masjid Negara, Nasaruddin juga mengevaluasi sejumlah fasilitas di IKN, seperti Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Rumah Sakit Hermina, rumah susun untuk ASN, serta kantor pemerintahan bersama. Pembangunan fasilitas ini mencerminkan sinergi antar sektor yang bertujuan untuk menciptakan pusat pemerintahan yang modern, berbasis kebersamaan dan harmoni antar umat beragama.
Nasaruddin menambahkan bahwa program pendidikan kader ulama akan menjadi prioritas dalam pembangunan IKN. Beasiswa untuk program ini akan disediakan melalui LPDP, memberikan kesempatan bagi generasi muda, khususnya dari Indonesia bagian timur, untuk mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas. Dengan adanya program ini, diharapkan lahir pemimpin agama yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan wawasan yang luas.
Visi jangka panjang untuk IKN adalah menjadikannya sebagai pusat peradaban baru yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Nasaruddin mengungkapkan optimisme bahwa IKN akan menjadi contoh kota modern yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga memiliki fondasi spiritual dan sosial yang inklusif. IKN diharapkan dapat menjadi kota yang tidak hanya dicintai oleh warganya, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia, dengan menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kehidupan yang harmonis dan beradab.
Dengan pembangunan ini, IKN diharapkan menjadi cermin bagi dunia tentang bagaimana sebuah kota baru dapat mengintegrasikan teknologi, agama, dan nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dengan keberadaan Masjid Negara dan fasilitas pendukung lainnya, IKN akan menjadi pusat kebudayaan dan peradaban yang mencerminkan keanekaragaman Indonesia, serta menunjukkan bagaimana nilai-nilai toleransi dapat dijaga di tengah kemajuan zaman. (*)

















