Kaltimdaily.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, akhirnya buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemerintah ikut nanggung biaya pendidikan sekolah swasta. Saat ngobrol santai bareng media di ruang kerjanya, Rabu (18/6/2025), Novan bilang pihaknya masih nunggu arahan resmi dari pusat sebelum ambil sikap.
Politikus dari Fraksi Golkar ini menegaskan kalau pelaksanaan putusan itu belum bisa dijalankan dalam waktu dekat. Alasannya? Belum ada juknis alias petunjuk teknis dari kementerian terkait. “Karena ini keputusan MK, pasti nantinya bakal ada surat resmi dari Kemendagri, Kemenkeu, dan Kementerian Pendidikan. Nah, itu yang masih kita tunggu,” ujar Novan.
Soal siapa yang bakal nanggung biaya sekolah swasta ini juga belum jelas. Bisa jadi bakal masuk ke APBD atau malah jadi beban pemerintah pusat. “Kita belum tahu ini akan dibiayai dari APBD daerah atau langsung pusat yang bantu. Belum ada kepastian,” jelasnya lagi sambil menyebut bahwa semuanya masih dibahas informal bareng Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda.
Yang bikin tambah ngambang, sampai sekarang belum ada surat atau keputusan resmi yang masuk ke meja DPRD. Jadi wajar aja kalau pihak legislatif belum berani ambil langkah. “Udah sempat kami diskusiin juga, tapi karena belum ada arahan pasti ya belum bisa jalan,” ucapnya.
Menanggapi kabar simpang siur yang bilang putusan MK ini cuma berlaku buat sekolah negeri, Novan justru meluruskan. Menurutnya, putusan ini jelas-jelas nyasar ke sekolah swasta, yang selama ini belum dapet subsidi penuh dari pemerintah. “Kalau sekolah negeri kan emang udah gratis. Ini justru soal sekolah swasta, makanya kita tunggu arahan teknisnya kayak gimana,” tutupnya.
Sementara itu, DPRD Kota Samarinda bareng Disdik tetap standby nunggu lampu hijau dari pusat. Mereka nggak mau gegabah ambil keputusan sebelum semua aturan dan mekanismenya benar-benar jelas. Kalau sampai salah langkah, bisa-bisa malah jadi blunder kebijakan di daerah.
Harapannya, aturan ini nantinya bisa bantu meringankan beban orang tua murid yang nyekolahin anaknya di swasta. Tapi, semua itu butuh kejelasan dan koordinasi yang solid dari pemerintah pusat biar pelaksanaannya nggak setengah-setengah. (ADV/DPRDSMR/YN)







