banner-sidebar
HukumKorupsi

Nenek 64 Tahun Nekat Korupsi, Ngaku Pingsan Pas Ditangkap!

Avatar
1048
×

Nenek 64 Tahun Nekat Korupsi, Ngaku Pingsan Pas Ditangkap!

Share this article
Nenek 64 Tahun Nekat Korupsi, Ngaku Pingsan Pas Ditangkap!

Kaltimdaily.com, Korupsi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan akhirnya meringkus Risma Siahaan alias RS (64), yang diduga terlibat kasus korupsi penguasaan aset milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) senilai lebih dari Rp21 miliar. Nggak main-main, nenek ini malah bikin drama pas mau ditahan!

Menurut Kasi Pidsus Kejari Medan, Mochamad Ali Rizza, penangkapan RS dilakukan setelah dia resmi ditetapkan jadi tersangka pada Kamis, 17 April 2025. Aset yang dimaksud ada di kawasan strategis, tepatnya di Jalan Sutomo Nomor 11, Medan.

Sebelumnya, Kejari udah berulang kali manggil RS buat dimintai keterangan, tapi doi ogah muncul juga. Akhirnya, tim gabungan dari Pidsus, Polrestabes Medan, dan aparat lingkungan langsung nyamperin ke rumahnya. Ketika surat penangkapan dibacain di depan anaknya, bukannya pasrah, RS malah ngelawan.

Nggak cukup sampai di situ, waktu digiring ke Rutan Perempuan Kelas IIA Medan, RS sempet nelpon-nelponan terus sama pengacaranya. Begitu sampai, eh dia malah pura-pura pingsan biar gak ditahan! Tim pun langsung hubungi RSUD dr Pirngadi buat ngecek kesehatannya.

Hasil medis bilang kalau kondisi RS baik-baik aja dan bisa ditahan. Tapi begitu balik ke rutan, dia ngelakuin aksi yang sama: pura-pura pingsan lagi. Karena belum bisa diwawancara, pihak rutan nolak terima dia. Akhirnya, RS dibawa ke RSU Bandung pake ambulans buat dapet perawatan lebih lanjut.

Kejari Medan memastikan kalau proses penangkapan tetap menghormati hak asasi manusia dan memberikan pendampingan hukum buat RS. Tapi tetap, mereka serius buat memberantas kasus korupsi tanpa pandang bulu.

Hasil audit BPK nunjukin kalau perbuatan RS bikin negara rugi sampai Rp21,9 miliar. Atas aksinya, dia dijerat dengan berbagai pasal dari UU Tindak Pidana Korupsi dan KUHP. Bisa dipastikan, proses hukumnya bakal panjang dan serius.

Kasus ini jadi bukti bahwa aparat hukum makin serius ngejar para pelaku korupsi, nggak peduli usia ataupun status sosialnya. Masyarakat pun diharap bisa ikut awasi dan nggak tergiur main-main sama duit haram.

Drama “pura-pura pingsan” ini mungkin berhasil narik perhatian, tapi jelas nggak bisa ngelindungi dari jeratan hukum. Jadi, pesan pentingnya: jangan pernah main-main sama uang negara, karena hukum bakal tetap jalan terus! (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih