banner-sidebar
Balikpapan

Modus Baru Peredaran Narkoba Terungkap di Balikpapan, Polisi Amankan 1 Kg Sabu

Avatar
1193
×

Modus Baru Peredaran Narkoba Terungkap di Balikpapan, Polisi Amankan 1 Kg Sabu

Share this article
Ilustrasi Sabu. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur kembali mencetak keberhasilan dengan membongkar kasus peredaran narkotika yang menggunakan modus penyelundupan baru. Seorang pria berinisial IF, warga Sumatera Utara yang dikenal sebagai pengedar lintas provinsi, ditangkap aparat saat mencoba membawa narkoba melalui jalur udara.

Penangkapan terjadi di area kedatangan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Selasa (16/9/2025). Dari koper yang dibawa tersangka, polisi menemukan lebih dari 1 kilogram sabu serta 475 butir pil ekstasi. Barang haram tersebut dibungkus rapi dengan dua helai kemeja batik lalu disimpan dalam koper berukuran sedang yang dimasukkan ke kabin pesawat. Cara ini diduga digunakan untuk menghindari deteksi mesin X-ray bandara.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Arif Bastari, menjelaskan bahwa pihaknya masih menelusuri jalur distribusi narkoba tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, barang itu berasal dari Sumatera Utara, transit di Jakarta, sebelum akhirnya dibawa ke Balikpapan. “Modus operandinya menggunakan transportasi udara dengan membungkus narkoba dalam pakaian agar bisa menghindari pemeriksaan elektronik,” ujar Arif.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa IF merupakan residivis kasus narkotika. Dalam aksinya kali ini, ia dijanjikan upah sebesar Rp5 juta untuk mengantarkan paket tersebut ke Balikpapan. Polisi menilai pola penyelundupan melalui jalur udara ini merupakan strategi baru, sebab sebelumnya jaringan narkoba ke Kalimantan Timur umumnya masuk melalui jalur darat.

“Fenomena ini menjadi perhatian kami. Ada kemungkinan jaringan ini ingin memperluas distribusinya, tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga ke wilayah timur Indonesia lainnya,” tambah Kombes Pol Arif Bastari.

Saat ini, Polda Kaltim terus melakukan pendalaman serta menjalin koordinasi dengan otoritas bandara Balikpapan untuk memperketat pengawasan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah modus serupa kembali dimanfaatkan oleh sindikat narkoba, terutama dengan tingginya mobilitas jalur udara.

Terungkapnya kasus di Balikpapan ini diharapkan mampu memutus rantai penyelundupan narkoba antarprovinsi sekaligus menekan ruang gerak para bandar yang semakin berani menggunakan jalur transportasi umum.

Keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan ini juga menjadi sinyal bahwa Balikpapan kini menjadi salah satu titik strategis yang dibidik jaringan narkoba. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi bahaya narkoba dan pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara warga, pihak bandara, dan kepolisian, Balikpapan dapat lebih terlindungi dari ancaman peredaran narkotika yang merusak generasi muda. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih