Kaltimdaily.com, Kutim – Keren abis! Kafilah dari Kutai Timur sukses bikin bangga daerah setelah meraih juara umum di ajang MTQ Kalimantan Timur ke-45 yang berlangsung di Sangatta.
Malam penutupan jadi makin spesial saat Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, langsung nyerahin piala kemenangan ke Bupati Kutim, Jumat (19/7).
Kutai Timur ngumpulin 657 poin, ninggalin jauh Kutai Kartanegara (424 poin) dan Samarinda (419 poin).
“Selamat buat Kutim, kerja keras kalian selama ini nggak sia-sia. Kemenangan ini buah dari latihan panjang yang penuh dedikasi,” ucap Seno Aji.
Nggak main-main, para peserta Kutim udah tempur latihan selama 10 bulan penuh. Seno bilang, kerja keras kayak gini patut dicontoh daerah lain biar MTQ makin semarak dan syiar Al-Qur’an makin hidup.
Gak cuma menang, para juara MTQ dari Kutim ini juga bakal wakilin Kaltim ke ajang MTQ Nasional tahun 2026 di Jawa Tengah. “Abis ini kita langsung bersiap buat level nasional. Target kita jelas, pertahanin juara umum!” kata Seno semangat.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, juga ikut kasih ucapan terima kasih buat semua kafilah yang udah tampil luar biasa.
Pemerintah daerah janji bakal terus dukung pembinaan para qori-qoriah biar makin bersinar, bukan cuma di provinsi tapi sampai ke level nasional bahkan internasional.
Ketua LPTQ Kutai Timur, Rizali Hadi, juga bilang siap all out untuk bimbing peserta lebih serius lagi. Prestasi ini jauh melebihi ekspektasi, apalagi tahun lalu Kutim cuma finish di posisi ke-4.
“Tahun depan kita usahakan pertahanin gelar ini dengan pembinaan yang lebih maksimal,” katanya optimis.
Kemenangan ini jadi bukti kalau konsistensi, latihan panjang, dan kerja tim solid bisa ngangkat nama Kutai Timur di panggung provinsi.
Prestasi ini nggak cuma buat dibanggain sekarang, tapi juga jadi pemicu semangat buat generasi muda Kutim yang mau terjun di dunia tilawah.
Ke depan, Kutim punya PR penting: mempertahankan prestasi dan naik level di MTQ Nasional.
Tapi dengan fondasi kuat yang udah dibangun sekarang, bukan nggak mungkin nama Kutai Timur bakal terus disebut sebagai barometer prestasi tilawatil Qur’an se-Kaltim! (*)
















