banner-sidebar
DPRD SamarindaADVKaltimSamarinda

Komisi IV DPRD Desak Perbaikan Layanan Sosial di Samarinda

Avatar
595
×

Komisi IV DPRD Desak Perbaikan Layanan Sosial di Samarinda

Share this article
Komisi IV DPRD Desak Perbaikan Layanan Sosial di Samarinda
Mohammad Novan Syahronny Pasie. Ft by Yana

Kaltimdaily.com, Samarinda – Masalah sosial di Kota Tepian makin kompleks, tapi anggarannya makin seret! Hal ini disoroti langsung sama Komisi IV DPRD Kota Samarinda dalam rapat dengar pendapat bareng Dinas Sosial, Senin (7/7/2025) di ruang rapat gabungan DPRD Lantai 1.

Rapat itu ngebahas soal capaian program Dinsos sepanjang 2025, plus usulan anggaran buat perubahan tahun berjalan. Ketua Komisi IV, Mohammad Novan Syahronny Pasie, bilang kalau anggaran yang ada sekarang jauh dari cukup buat nutupin beban kerja Dinsos yang terus bertambah.

“Masalah sosial itu nggak cuma soal anak jalanan atau kelompok rentan doang. Kita juga ngomongin soal pemberdayaan masyarakat sampai ke tingkat RT, kayak penyediaan posyandu yang jelas-jelas butuh dana tambahan,” ujar Novan abis rapat.

Komisi IV juga bilang, keterbatasan ini bikin fasilitas rumah singgah milik pemerintah jadi minim banget. Padahal, keberadaan rumah singgah ini penting banget buat nanganin kasus anak terlantar, ODGJ, dan lain-lain yang masih ngandelin yayasan swasta.

Berdasarkan aturan dari Kemensos, rumah singgah cuma bisa nampung maksimal 14 hari. Setelah itu, harus dilempar ke yayasan – yang kebanyakan milik Pemprov, bukan Pemkot. Nah, di sinilah jadi masalah, karena Pemkot Samarinda belum bisa punya yayasan sosial sendiri buat pembinaan jangka panjang.

Makanya, Komisi IV mendorong Dinsos buat nyusun blueprint layanan sosial jangka menengah dari tahun 2026–2029. Rencana ini bakal jadi dasar buat penguatan anggaran dari DPRD. “Kita butuh peta kebutuhan yang jelas. Kalau rencana ini siap, kita siap dorong masukin ke anggaran prioritas,” tegas Novan.

DPRD Samarinda juga berharap, lewat anggaran perubahan 2025 nanti, ada suntikan dana signifikan buat rumah singgah, layanan rehabilitasi sosial, dan program pemberdayaan masyarakat. Mereka nggak mau cuma wacana, tapi pengen aksi nyata yang berdampak langsung ke warga.

Dengan makin kompleksnya permasalahan sosial di Kota Tepian, sinergi antara Dinsos dan DPRD dinilai krusial. Nggak cuma soal anggaran, tapi juga soal arah kebijakan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. DPRD siap kawal, asal Dinsos juga serius nyiapin roadmap yang matang. (ADV/DPRDSMR/YN)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih