banner-sidebar
FokusKaltimKutai KartanegaraSamarinda

Kenapa Kota Samarinda Dikelilingi Kutai Kartanegara? Ini Sejarahnya

Avatar
1108
×

Kenapa Kota Samarinda Dikelilingi Kutai Kartanegara? Ini Sejarahnya

Share this article
Kenapa Kota Samarinda Dikelilingi Kutai Kartanegara? Ini Sejarahnya
Jembatan Mahkota II Samarinda. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Kalau kamu ngecek peta Kalimantan Timur, pasti langsung sadar deh: Kota Samarinda tuh kayak “terjebak” di tengah-tengah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Unik banget ya? Tapi, ternyata kondisi ini bukan kebetulan, ada ceritanya yang panjang dari zaman kerajaan sampai era modern.

Awalnya, wilayah yang sekarang jadi Kota Samarinda tuh bagian dari wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara.

Nah, sejak abad ke-13, pinggiran Sungai Mahakam mulai rame dihuni. Ada kampung-kampung kayak Karang Asam dan Karang Mumus yang berkembang jadi pemukiman padat.

Terus pada 21 Januari 1668, suku Bugis Wajo dari Sulawesi datang dan minta izin sama Sultan Kutai buat tinggal.

Mereka kasih nama daerah itu “Samarendah” karena lokasinya ada di dataran rendah. Nah dari situ, pelan-pelan berubah jadi kota kecil yang makin berkembang.

Masuk era Belanda, tahun 1896, pemerintah kolonial bikin wilayah bernama Vierkante Paal alias kotapraja kecil Samarinda.

Di sinilah titik awal Samarinda mulai punya peran penting secara administratif di Kaltim.

Setelah Indonesia merdeka, Samarinda sempat jadi ibu kota Daerah Istimewa Kutai (1953–1960).

Tapi setelah itu wilayahnya dimekarkan. Terbentuklah tiga wilayah baru: Kota Samarinda, Kabupaten Kutai (yang nanti jadi Kukar), dan Kota Balikpapan pada tanggal 21 Januari 1960.

Lalu kenapa sekarang Samarinda kayak dikepung sama Kukar?

Jawabannya simpel: karena wilayah-wilayah yang dulunya bagian dari Samarinda, kayak Palaran dan Sanga-Sanga, akhirnya dipindah balik ke Kukar sejak tahun 1987.

Sementara inti Kota Samarinda nggak berubah, jadi kesannya kayak “terkurung”.

Jadi ini bukan karena geografi atau faktor alam, tapi murni karena keputusan administratif sejak zaman kolonial sampai masa pemekaran wilayah. Kota Samarinda ibarat pulau administratif yang hidup mandiri di tengah wilayah Kutai Kartanegara.

Fakta ini makin bikin Kota Samarinda menarik karena statusnya yang unik secara pemerintahan dan sejarah.

Meski dikepung Kukar, kota ini tetap jadi salah satu pusat ekonomi, budaya, dan pemerintahan paling penting di Kalimantan Timur.

Ke depannya, pemahaman sejarah kayak gini penting buat anak muda supaya nggak cuma tau Samarinda dari sisi modernnya aja, tapi juga dari akar sejarahnya yang panjang dan penuh cerita seru. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih