banner-sidebar
BisnisSamarindaUMKM

Kenaikan Harga Plastik di Samarinda Capai 50 Persen, UMKM Mulai Terbebani

Avatar
1099
×

Kenaikan Harga Plastik di Samarinda Capai 50 Persen, UMKM Mulai Terbebani

Share this article
Plastik. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Kenaikan harga plastik di Pasar Pagi Samarinda pasca Lebaran memicu keluhan dari para pedagang. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tersebut berdampak luas, tidak hanya bagi pelaku usaha makanan, tetapi juga pedagang plastik yang harus menanggung kenaikan dari distributor.

Di Samarinda, kenaikan harga plastik tercatat cukup signifikan. Besarannya bervariasi antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per pak atau sekitar 50 persen dari harga sebelumnya. Plastik sampah kini dijual di kisaran Rp25.000 per pak, sementara jenis lain yang sebelumnya berada di harga Rp10.000 meningkat menjadi Rp15.000 hingga Rp17.000 per pak. Kenaikan paling mencolok terjadi pada plastik berukuran besar.

Salah satu pedagang plastik di CFD Jl Kesuma Bangsa, Neni, mengungkapkan bahwa lonjakan harga paling terasa pada plastik ukuran besar. Dalam satu karung yang berisi 10 ikat, harga yang sebelumnya sekitar Rp800 ribu kini melonjak signifikan. Per ikat, harga naik dari Rp80 ribu menjadi Rp135 ribu atau meningkat Rp55 ribu. Kondisi ini menjadi beban bagi pedagang yang harus menyesuaikan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang melemah.

Aji menjelaskan, kenaikan harga plastik di Samarinda dipengaruhi faktor global, terutama bahan baku plastik yang masih bergantung pada impor. Fluktuasi harga minyak mentah dunia turut berdampak pada biaya produksi, sehingga berimbas langsung pada harga jual di tingkat pasar.

Dampak kenaikan harga ini mulai dirasakan oleh konsumen di Samarinda, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pembeli kini lebih selektif dalam berbelanja dan menyesuaikan jumlah pembelian. Plastik yang sebelumnya menjadi kebutuhan rutin, kini mulai dianggap sebagai komoditas dengan harga tinggi.

Kondisi tersebut turut menekan pelaku UMKM di Samarinda yang bergantung pada plastik sebagai kemasan utama. Peningkatan biaya operasional memaksa sebagian pelaku usaha mengurangi penggunaan plastik atau mulai mencari alternatif lain, meskipun kemasan ramah lingkungan belum sepenuhnya mudah diperoleh dan masih relatif mahal.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengendalikan harga plastik. Hal ini disebabkan bahan baku yang masih berasal dari impor, sehingga kebijakan pengendalian berada di tingkat pemerintah pusat.

Saat ini, Pemerintah Kota Samarinda fokus melakukan pemantauan harga di lapangan serta melaporkan perkembangan tersebut kepada kementerian terkait. Upaya ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk menekan lonjakan harga.

Fenomena kenaikan harga plastik di Samarinda ini menunjukkan tingginya ketergantungan pelaku usaha terhadap bahan pendukung yang rentan terhadap gejolak global. Tanpa intervensi yang tepat, kondisi ini berpotensi menurunkan daya saing usaha, khususnya di sektor kuliner dan perdagangan harian.

Ke depan, pelaku usaha di Samarinda berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta mendorong ketersediaan alternatif kemasan yang lebih terjangkau. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dapat tetap berjalan optimal tanpa memberikan tekanan berlebih kepada pelaku usaha maupun konsumen. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih