Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kota Balikpapan dipastikan menjadi salah satu tuan rumah ajang seni bergengsi Indonesia Menari 2025 yang akan digelar serentak pada 12 Oktober mendatang di 11 kota besar Indonesia. Selain Balikpapan, acara ini juga berlangsung di Surabaya, Manado, Bekasi, dan beberapa kota lainnya. Setelah empat tahun absen, perhelatan ini kembali hadir dengan menampilkan 540 penari yang siap memeriahkan panggung utama di Grand City.
Antusiasme masyarakat Balikpapan terlihat sejak dibukanya pendaftaran peserta. Dari lebih dari seribu calon pendaftar, hanya 540 orang yang berhasil terverifikasi sesuai kapasitas lokasi. “Awalnya ada seribu lebih pendaftar, tapi karena menyesuaikan kapasitas mal, jumlah peserta terpaksa dibatasi. Meski begitu, minat masyarakat sangat besar,” ujar Syahrul Darmawan, tim program Indonesia Menari.
Acara ini terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan usia. Setiap peserta berkesempatan tampil dan menunjukkan bakat mereka di hadapan penonton. Penampilan terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 15 juta. Dengan mengusung kampanye #MenaridiMall, Indonesia Menari 2025 menghadirkan konsep tarian tradisional yang dikemas secara modern dan interaktif agar dapat dinikmati lintas generasi.
Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang apresiasi terhadap seni tari nusantara. “Kami berharap Indonesia Menari dapat menjadi ruang apresiasi dan inspirasi yang mendorong masyarakat untuk mencintai, melestarikan, dan berbangga terhadap warisan budaya tari Indonesia,” ungkapnya.
Untuk menambah semarak, Indonesia Kaya turut menggelar pertunjukan pemanasan di beberapa kota sebelum acara puncak berlangsung. Di Balikpapan, kegiatan akan dipusatkan di area food court Grand City dengan menampilkan koreografi resmi karya Bathara Saverigadi Dewandoro yang dipadukan dengan musik aransemen modern dari Alffy Rev.
Dengan konsep yang segar, Indonesia Menari 2025 diyakini akan menarik ribuan penonton. Kehadiran acara ini juga menjadi bukti bahwa seni tari tetap relevan dan mampu dinikmati semua kalangan, baik generasi muda maupun dewasa. Balikpapan pun siap tampil sebagai panggung budaya yang menghidupkan kembali semangat seni di tengah masyarakat.
Partisipasi Balikpapan dalam ajang nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas dan seni di Kalimantan Timur. Kehadiran ribuan penonton dan dukungan masyarakat akan semakin menegaskan posisi Balikpapan sebagai kota yang peduli terhadap pelestarian budaya.
Selain itu, pemerintah kota dan pelaku seni lokal diyakini bisa memanfaatkan acara ini untuk memperluas jejaring, meningkatkan pariwisata, serta memperkenalkan Balikpapan sebagai destinasi budaya yang tidak kalah menarik dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. (*)

















