Kaltimdaily.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan komitmennya untuk menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh tambang ilegal di wilayahnya.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (1/12) di Samarinda, Rudy menyebutkan bahwa penutupan tambang ilegal yang telah beroperasi selama bertahun-tahun adalah langkah awal dalam upaya pemulihan lingkungan. Penambangan ilegal yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistem di Kalimantan Timur menjadi masalah serius yang harus segera ditangani.
Menurut Rudy, penertiban tambang ilegal menjadi prioritas utama mengingat dampak kerusakan ekologi yang sangat luas, yang tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengancam kualitas hidup masyarakat sekitar. Selain penutupan tambang ilegal, Rudy menekankan pentingnya perusahaan tambang yang berizin untuk lebih serius menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pemerintah daerah menilai pelaksanaan TJSL selama ini masih kurang optimal, sehingga perusahaan diminta untuk memperbaiki kinerja mereka dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Pemerintah Kalimantan Timur saat ini juga berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat untuk memperketat regulasi pengelolaan dana TJSL. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan alam yang ditimbulkan oleh industri ekstraktif, terutama di sektor pertambangan.
Rudy juga mengimbau kepada masyarakat untuk memantau laporan TJSL yang telah dipublikasikan pada bulan lalu, guna memastikan adanya transparansi dalam upaya pemerintah untuk menegakkan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.
Transparansi dalam pengelolaan TJSL menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat mengawasi perkembangan upaya pemulihan lingkungan secara langsung. Gubernur Rudy berharap, melalui langkah-langkah ini, Kalimantan Timur bisa meningkatkan pengelolaan lingkungan dan memperbaiki kondisi ekosistem yang rusak akibat aktivitas tambang ilegal dan tidak terkendali.
Dengan upaya penutupan tambang ilegal dan penguatan regulasi TJSL, Kalimantan Timur diharapkan bisa mengurangi dampak negatif industri pertambangan terhadap lingkungan. Pemerintah provinsi bertekad untuk menjadikan pengelolaan sumber daya alam lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Langkah konkret yang diambil oleh Gubernur Rudy Mas’ud ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur. (*)

















