Driver Ojol Balikpapan Gelar Aksi Solidaritas untuk Affan Kurniawan
Kaltimdaily.com, Balikpapan – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Balikpapan menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk mendiang Affan Kurniawan (21), rekan sesama driver yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya dalam aksi massa di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Simpang Tiga Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (2/9/2025), dengan suasana penuh duka.
Dalam aksi ini, para driver ojol menyalakan seribu lilin, melaksanakan doa bersama, sekaligus melakukan penggalangan dana. Dari hasil kegiatan tersebut terkumpul donasi sebesar Rp28,4 juta yang sepenuhnya akan diserahkan kepada keluarga almarhum. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turut hadir dan menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia juga menambahkan sumbangan pribadi sebesar Rp10 juta.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ungkap Rahmad dalam kesempatan tersebut.
Rahmad memberikan apresiasi kepada komunitas driver ojol Balikpapan yang memilih aksi damai melalui doa dan solidaritas sosial daripada melakukan unjuk rasa. Menurutnya, langkah ini mencerminkan kepedulian serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian kita semua. Saya bersama Forkopimda berterima kasih kepada warga, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan pemuda yang menjaga Balikpapan tetap aman dan damai,” ucapnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Rahmad juga menyinggung pentingnya perlindungan bagi pekerja rentan, termasuk driver ojol. Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan 7.100 kuota asuransi bagi pekerja rentan, sementara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyediakan 12.000 kuota tambahan.
“Kalau ada driver yang belum memiliki asuransi, silakan mendaftar melalui pemerintah kota. Ini bentuk komitmen kami melindungi para pekerja, termasuk saudara-saudara kita driver ojol,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Balikpapan adalah rumah bersama yang harus dijaga kondusivitasnya. “Balikpapan ini rumah kita. Mari kita rawat agar tetap aman, sehat, dan damai bagi seluruh warga,” tegasnya.
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan menjadi pengingat betapa pentingnya perlindungan hukum dan jaminan keselamatan bagi para pekerja sektor informal. Kehilangan seorang rekan bukan hanya duka bagi komunitas ojol, tetapi juga cermin tantangan yang dihadapi mereka dalam menjalankan profesinya setiap hari.
Dengan adanya aksi solidaritas ini, masyarakat Balikpapan menunjukkan bahwa kebersamaan dan empati mampu menjadi perekat dalam menghadapi musibah. Kisah Affan Kurniawan diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas untuk lebih memperhatikan kesejahteraan serta keselamatan pekerja di lapangan. (*)















