Kaltimdaily.com, Bontang – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mengalami pergantian kepemimpinan yang membawa angin segar bagi sektor pariwisata daerah.
Eko, yang kini menjabat sebagai Kepala Dispopar yang baru, segera menunjukkan langkah konkritnya untuk menyegarkan dan mempercepat perkembangan sektor wisata di Berau.
Salah satu langkah strategis yang menjadi prioritas Eko adalah penataan ulang dan pengembangan Pulau Beras Basah, destinasi wisata andalan yang memiliki potensi alam luar biasa.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Pulau Beras Basah baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pulau Beras Basah, yang sudah lama dikenal sebagai permata wisata bahari di Bontang, menawarkan keindahan alam dengan pantai pasir putih yang menawan.
Namun, tantangan dalam hal pengelolaan kawasan, kebersihan, dan fasilitas pendukung yang kurang memadai seringkali menghambat pengembangan lebih lanjut.
Eko menganggap bahwa inilah saat yang tepat untuk melakukan rebranding total terhadap kawasan tersebut.
Penataan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga melibatkan penataan ruang yang lebih teratur, sistematis, dan estetis. Tujuannya agar keindahan alam Pulau Beras Basah tetap terjaga, sementara kenyamanan pengunjung dapat terjamin, terutama terkait kebersihan dan kualitas fasilitas.
Pendekatan holistik menjadi dasar visi Eko dalam pengembangan Pulau Beras Basah.
Pembangunan infrastruktur akan dilakukan dengan tetap memperhatikan pelestarian ekosistem laut dan pesisir, yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, mulai dari pelaku usaha pariwisata hingga warga sekitar.
Eko ingin agar pariwisata di Pulau Beras Basah tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, mendorong mereka untuk menikmati lebih banyak fasilitas dengan nyaman, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Selain fokus pada penataan fisik, Eko juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam sektor pariwisata.
Ia menginginkan agar para pelaku usaha dan pihak terkait memberikan pelayanan berstandar internasional.
Manajemen yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi kunci utama agar rencana pengembangan ini tidak hanya menjadi sekadar wacana, tetapi dapat menjadi kenyataan yang membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Koordinasi yang erat dengan instansi teknis dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat untuk memastikan bahwa pembangunan pariwisata di Bontang berjalan sesuai dengan visi yang diharapkan.
Dengan antusiasme yang tinggi, Eko membawa harapan baru bagi masa depan pariwisata Berau. Penataan dan pengembangan Pulau Beras Basah menjadi tantangan pertama bagi Eko untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pelaku industri pariwisata serta masyarakat lokal menyambut baik rencana ini dan berharap agar pengembangan yang dijanjikan dapat segera terwujud.
Dengan berbagai perbaikan dan inovasi, Pulau Beras Basah diharapkan dapat menjadi ikon wisata yang lebih modern, tertata rapi, dan membanggakan bagi Kabupaten Berau.
Rencana besar yang diusung oleh Eko ini menegaskan pentingnya pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan adanya komitmen dari pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, Pulau Beras Basah dapat menjadi destinasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Ke depan, Pulau Beras Basah berpotensi untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Indonesia Timur yang siap menarik wisatawan domestik dan mancanegara. (*)















