banner-sidebar
Samarinda

Disdag Samarinda Gelar Mobil Pengendali Inflasi di CFD Kesuma Bangsa

Avatar
1078
×

Disdag Samarinda Gelar Mobil Pengendali Inflasi di CFD Kesuma Bangsa

Share this article
Suasana. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mengambil langkah cepat untuk menekan kenaikan harga bahan pokok dan penting (bapokting) dengan menghadirkan mobil pengendali inflasi di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Kesuma Bangsa, Minggu (14/12/2025).

Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap tren kenaikan harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani. Ft by KD

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut masih bersifat uji coba sekaligus pemantauan langsung kondisi pasar. Berdasarkan hasil pengamatan, beberapa komoditas strategis menunjukkan kenaikan harga, terutama cabai, yang kerap mengalami lonjakan saat momen akhir tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Disdag Samarinda menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Masyarakat dapat membeli beras SPHP seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, bawang merah seharga Rp12.500 per 2,7 ons, serta cabai dengan harga Rp5.000 per ons. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.

Nurrahmani menegaskan, kehadiran mobil pengendali inflasi merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda agar pemerintah daerah lebih aktif hadir di tengah masyarakat. Program ini dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi keramaian agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

Ke depan, Disdag Samarinda berkomitmen untuk menjalankan program serupa secara konsisten, terutama pada periode rawan inflasi. Pemerintah daerah akan terus memantau pergerakan harga pangan sekaligus menyesuaikan jenis komoditas yang dijual sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui langkah ini, Pemkot Samarinda berharap stabilitas harga bapokting tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak tergerus. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi lokal, khususnya di tengah fluktuasi harga pangan menjelang akhir tahun. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih