Kaltimdaily.com, Berau – Banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, sejak Minggu (7/12) hingga Senin (9/12).
Genangan air yang meningkat sejak akhir pekan menyebabkan ratusan warga terdampak dan sejumlah fasilitas publik ikut terendam, termasuk SDN 001 Gunung Sari yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar sementara waktu.
Pelaksana Tugas Kepala SDN 001 Gunung Sari, Ipah Wati, mengatakan kegiatan belajar sudah dihentikan selama dua hari karena air memasuki beberapa ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 800 anak itu beruntung telah menyelesaikan ulangan akhir semester sebelum banjir masuk ke lingkungan sekolah.
Ipah menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki sekitar 20 ruang belajar, termasuk enam bangunan dua lantai yang masih aman dari air. Namun, area lama seperti lapangan dan sejumlah kelas lainnya sudah terendam sejak Minggu malam.
Camat Segah, Noor Alam, mengonfirmasi bahwa banjir kali ini memengaruhi empat kampung, yakni Long Ayan, Punan Malinau, Tepian Buah, dan Gunung Sari. Ia menyebut kondisi tersebut merupakan kejadian rutin yang biasanya muncul saat curah hujan tinggi. Menurutnya, meluapnya Sungai Segah menjadi penyebab utama banjir yang biasanya terjadi dua hingga tiga kali setiap tahun.
Meski demikian, Noor Alam memastikan situasi masih dalam pengawasan. Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan. Beberapa ruas jalan juga terdampak genangan, namun akses utama masih dapat dilalui.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau langsung kawasan banjir di dua lokasi berbeda, yakni Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, dan Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung. Dalam kunjungannya, ia melihat kondisi ruang kelas SDN 001 Gunung Sari yang sebagian besar terendam air serta menerima laporan langsung dari warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Berau menyampaikan komitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca dan menyiapkan bantuan kedaruratan jika situasi memburuk. Warga juga diminta tetap berhati-hati mengingat potensi hujan lebat diprakirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan aparat kecamatan dan relawan setempat untuk mempercepat respons apabila debit air kembali meningkat. Monitoring di titik-titik rawan banjir juga diperluas guna memastikan keselamatan warga.
Ke depan, Pemkab Berau berencana mengevaluasi sistem pengendalian banjir di wilayah utara, termasuk normalisasi aliran sungai dan peningkatan infrastruktur tanggul pada kawasan yang kerap terdampak. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serupa yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan. (*)















