banner-sidebar
KaltimBalikpapan

Balikpapan Bentuk Satgas Ormas Antisipasi Premanisme

Avatar
968
×

Balikpapan Bentuk Satgas Ormas Antisipasi Premanisme

Share this article
Balikpapan Bentuk Satgas Ormas Antisipasi Premanisme
Ilustrasi Ormas. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan lagi serius banget bikin kotanya makin aman dan nyaman buat semua kalangan.

Salah satu langkah terbarunya adalah membentuk Satuan Tugas alias Satgas Ormas buat ngawasin organisasi kemasyarakatan yang mulai melenceng dari jalurnya—apalagi yang udah mirip-mirip gaya preman.

Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, bilang kalau satgas ini gak main-main.

Timnya bakal diisi dari berbagai unsur: mulai dari dinas, intel, sampai kepolisian. Tujuannya jelas—ngamanin iklim investasi dan menjaga ketertiban umum, biar gak ada ormas yang sok-sokan minta pungutan liar atau bikin onar di jalanan.

“Kalau ada ormas yang nyamar tapi ujung-ujungnya pungli, langsung kita tindak,” tegas Sutadi.

Satgas ini bakal fokus ke dua hal utama: pembinaan dan penindakan. Jadi, ormas-ormas yang bener dan punya kegiatan positif, akan dibina dan diajak kerja sama. Tapi kalau udah ganggu ketertiban, ya siap-siap aja kena semprit.

Meskipun belum ada data valid soal ormas mana yang udah benar-benar ngelenceng, Pemkot tetep ambil sikap waspada. “Kemarin sempat ada tuh, warga gadungan pakai atribut ormas tertentu. Dari situ kita belajar, lebih baik antisipasi sejak awal,” tambahnya.

Saat ini, Satgas Ormas Balikpapan masih dalam tahap finalisasi. Tapi peluncurannya tinggal nunggu waktu aja. Apalagi, Kesbangpol lagi mendata ulang seluruh ormas di kota itu.

Tercatat ada 64 ormas yang belum melapor secara administratif, dan tiga di antaranya sedang dievaluasi karena dicurigai bisa ganggu stabilitas daerah.

Sutadi juga ingetin, walau ormas udah dapet pengesahan dari Kemenkumham, mereka tetep wajib lapor ke Pemkot lewat Kesbangpol. Itu bagian dari prosedur wajib administrasi.

“Kita tetap pendekatannya persuasif kok. Gak langsung main gebuk. Kita ajak ngobrol, turun langsung, bangun komitmen bareng,” jelas Sutadi lagi.

Langkah ini bisa jadi contoh buat kota lain, bahwa pengawasan ormas itu bukan cuma soal pengendalian, tapi juga kemitraan.

Balikpapan pengen jadi rumah yang nyaman buat semua warga—tanpa intimidasi, tanpa pungli, dan pastinya bebas dari premanisme berkedok ormas. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih