banner-sidebar
Balikpapan

Bahlil Ungkap Dinamika Proyek RDMP Balikpapan, Sempat Terkendala Insiden

Avatar
1115
×

Bahlil Ungkap Dinamika Proyek RDMP Balikpapan, Sempat Terkendala Insiden

Share this article
Bahlil Ungkap Dinamika Proyek RDMP Balikpapan, Sempat Terkendala Insiden
RDMP Balikpapan. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan tidak sepenuhnya berjalan mulus sejak tahap awal pembangunan. Proyek strategis nasional ini menghadapi sejumlah tantangan teknis dan nonteknis yang memengaruhi jadwal penyelesaian di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan bersama Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026). Ia menjelaskan, proyek modernisasi kilang minyak terbesar di Indonesia itu awalnya ditargetkan rampung pada Mei 2024. Namun, pelaksanaan di lapangan mengalami keterlambatan akibat insiden kebakaran yang berdampak signifikan terhadap progres pekerjaan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kementerian ESDM mengambil langkah tegas dengan menurunkan Inspektorat Jenderal untuk melakukan investigasi menyeluruh. Dari hasil penelusuran, ditemukan indikasi adanya kepentingan tertentu yang dinilai tidak sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan proyek RDMP Balikpapan tetap diselesaikan sesuai tujuan awal.

Dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp123 triliun, RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari. Proyek ini menghasilkan bahan bakar minyak dengan standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission. Tambahan kapasitas tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produksi bensin hingga 5,8 juta kiloliter per tahun dan menghemat devisa negara lebih dari Rp60 triliun akibat penurunan impor.

Bahlil memaparkan, kebutuhan bensin nasional saat ini berada di kisaran 38 juta kiloliter per tahun. Sebelum RDMP Balikpapan beroperasi, produksi dalam negeri baru mencapai sekitar 14,25 juta kiloliter. Dengan beroperasinya proyek ini, produksi nasional diproyeksikan mendekati 20 juta kiloliter per tahun, sehingga ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap.

Selain bensin, pemerintah juga mulai menghentikan impor solar sejak 2026. Dukungan pasokan dari kilang domestik, termasuk RDMP Balikpapan, serta penerapan program biodiesel dinilai mampu memenuhi kebutuhan solar nasional dari produksi dalam negeri. Kilang ini juga menghasilkan LPG dan produk petrokimia seperti propilena yang penting untuk pengembangan industri hilir.

Keberadaan RDMP Balikpapan turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan, antara lain dengan menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja dan memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 35 persen. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai pusat industri energi strategis di kawasan timur Indonesia.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, pemerintah optimistis langkah menuju kemandirian energi nasional semakin nyata. Proyek ini tidak hanya menjawab tantangan kebutuhan energi domestik, tetapi juga menjadi simbol keseriusan negara dalam membangun infrastruktur energi yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih