Atap Cafe Panorama Samarinda Runtuh Akibat Angin Kencang
Kaltimdaily.com, Samarinda – Angin kencang yang melanda Kota Samarinda pada Selasa (2/9/2025) sore menyebabkan atap Cafe Panorama yang berlokasi di Jalan Hajijah RT 10, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, runtuh. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso.
Tidak hanya Cafe Panorama yang terdampak, sejumlah titik lain di Samarinda juga mengalami kejadian serupa. Beberapa lokasi tersebut meliputi Jalan Kapten Soedjono dekat Jembatan Mahkota, Jalan Untung Suropati dekat Posko 4 Pemadam Kebakaran, serta Jalan Slamet Riyadi di kawasan bantaran Sungai Mahakam. Personel BPBD Samarinda segera diterjunkan ke lapangan begitu laporan masuk dari masyarakat.
Hasil pengecekan awal menunjukkan bahwa runtuhnya atap Cafe Panorama dipicu oleh penggunaan material baja ringan yang tidak mampu menahan terjangan angin kencang. Letak bangunan yang berada tepat di tepi Sungai Mahakam tanpa penghalang angin turut memperburuk situasi sehingga atap terangkat dan akhirnya ambruk.
Meski kejadian tersebut cukup mengejutkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. “Sejauh ini tidak ada korban jiwa,” ungkap Suwarso. Ia mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, terutama kawasan bantaran sungai, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
BPBD Samarinda juga mengimbau agar pembangunan di wilayah yang rawan angin kencang dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat dan kokoh. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa serta mengurangi risiko kerusakan bangunan akibat faktor cuaca.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Cafe Panorama belum memberikan keterangan resmi terkait kerugian maupun rencana perbaikan pasca insiden. Pemerintah Kota Samarinda melalui BPBD memastikan akan terus memantau kondisi dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat terkait cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Peristiwa runtuhnya atap Cafe Panorama ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi warga Samarinda bahwa cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada keselamatan dan infrastruktur. Kesiapan masyarakat serta ketahanan bangunan perlu ditingkatkan agar risiko kerugian di masa depan bisa diminimalisir.
Ke depan, diharapkan pihak pengelola usaha, termasuk sektor kuliner seperti Cafe Panorama, dapat memperhatikan standar keamanan bangunan. Dengan konstruksi yang lebih kokoh, pelayanan terhadap pengunjung tetap bisa berjalan tanpa gangguan, meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang tidak menentu. (*)

















