banner-sidebar
Balikpapan

ASN Balikpapan Wajib Naik Level, Ini Pesan Tegas Wali Kota!

Avatar
828
×

ASN Balikpapan Wajib Naik Level, Ini Pesan Tegas Wali Kota!

Share this article
Kegiatan Pengembangan Kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator, Kamis (17/7/2025). Ft by Ist

Wali Kota Tegas: ASN Balikpapan Harus Keluar dari Zona Nyaman!

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan makin serius ngerombak pola kerja birokrasi.

Gak mau asal-asalan, para pejabat langsung diajak upgrade skill lewat pelatihan khusus biar siap hadapi tantangan zaman digital yang makin ribet.

Program bertajuk Pengembangan Kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator ini resmi dibuka oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Kamis (17 Juli 2025) di VOUK Hotel & Suites, Bali.

Dalam sambutannya, Rahmad bilang kalau reformasi birokrasi itu bukan sekadar wacana, tapi kebutuhan mutlak di era serba cepat ini.

“Kita gak bersaing sama masa lalu, tapi sama masa depan. Jadi ASN jangan cuma nyaman di zona aman. Harus berani gerak cepat!” ujar Rahmad dengan penuh semangat.

Wali Kota juga ngingetin, pelayanan publik sekarang udah gak bisa pakai cara lama. Masyarakat udah makin melek teknologi dan butuh layanan yang cepat, tepat, dan transparan.

“Kalau kita gak mau berubah, ya bakal ketinggalan. Birokrasi jangan malah jadi penghambat,” katanya.

Pelatihan ini digagas langsung sama BKPSDM Kota Balikpapan dan diikuti para pejabat dari berbagai OPD.

Materi yang dikasih bukan cuma teori doang, tapi juga praktik langsung soal kepemimpinan, manajemen kinerja, dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

“Saya pengin ASN Balikpapan gak cuma jago di teori, tapi juga bisa ngasih dampak nyata ke masyarakat. Ilmunya harus bisa langsung diterjemahin di lapangan,” tegas Rahmad.

Menurut Rahmad, aparatur negara itu gak cukup cuma ngerti regulasi, tapi juga harus bisa jadi motor perubahan. Mereka kudu siap ambil keputusan penting yang langsung ngaruh ke pembangunan Balikpapan.

“Setiap dari kalian pegang peran vital. Mutu pelayanan publik tergantung gimana cara kalian mikir dan bertindak. Jangan anggap pelatihan ini cuma formalitas doang,” ujarnya menutup sambutan.

Langkah Pemkot Balikpapan ini jadi sinyal kuat kalau mereka gak mau birokrasi jalan di tempat. Reformasi bukan cuma soal struktur, tapi soal pola pikir. ASN diharapkan bisa jadi sosok inovatif yang siap melayani warga dengan cepat dan sigap.

Kalau pelatihan semacam ini rutin digelar dan diterapkan serius, bukan gak mungkin Balikpapan bisa jadi role model kota yang punya birokrasi modern, adaptif, dan responsif.

ASN bukan cuma tukang tanda tangan, tapi jadi pendorong perubahan yang bikin masyarakat makin percaya sama pemerintah. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih