banner-sidebar
Berau

Antisipasi Bencana, Pemkab Berau Tingkatkan Mitigasi Jelang Nataru

Avatar
1238
×

Antisipasi Bencana, Pemkab Berau Tingkatkan Mitigasi Jelang Nataru

Share this article
Angin Siklon. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Berau – Menyambut akhir tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengintensifkan persiapan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat akibat pengaruh badai siklon. Fenomena alam ini berisiko meningkatkan intensitas hujan dan berpotensi memicu bencana alam di beberapa wilayah Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa Pemkab telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait untuk memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, periode akhir tahun merupakan waktu rawan bencana alam, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Nataru adalah masa-masa di mana banyak aktivitas masyarakat, sehingga penting untuk memantau situasi cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini untuk menghadapi potensi bencana,” jelas Gamalis.

Gamalis menambahkan, seluruh elemen pemerintahan mulai dari BPBD, Dinas Sosial, camat, hingga aparatur kampung telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Hal ini bertujuan agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat apabila cuaca ekstrem atau bencana alam terjadi.

Meskipun begitu, ia tidak menutupi tantangan yang dihadapi Pemkab Berau terkait keterbatasan anggaran darurat. Gamalis menyebutkan bahwa kondisi keuangan daerah juga terimbas oleh pemangkasan anggaran yang dialami oleh banyak daerah di Indonesia.

“Kami memang terdampak oleh dua hal: pemangkasan anggaran dan waktu yang sudah hampir habis di akhir tahun. Ini membatasi ruang gerak kami dalam menggunakan dana darurat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun Pemkab Berau dapat melakukan tindakan cepat, namun penggunaan dana darurat harus tetap mematuhi regulasi yang ada. Hal ini penting agar tidak menimbulkan masalah administratif di masa depan.

“Penggunaan anggaran darurat tidak bisa sembarangan. Jika tidak sesuai regulasi, justru bisa menjadi masalah baru,” tegas Gamalis.

Meskipun begitu, Pemkab Berau tetap berharap kondisi cuaca tidak memburuk dan tidak menimbulkan bencana besar. Gamalis juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan berdoa agar cuaca ekstrem yang diprediksi tidak berdampak serius.

“Semoga tidak ada kejadian yang luar biasa. Penganggaran untuk penanganan darurat di akhir tahun ini memang cukup rumit, namun kami tetap optimis bisa menangani situasi dengan baik,” pungkas Gamalis.

Pemkab Berau berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan persiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Meskipun tantangan anggaran menjadi hambatan, upaya mitigasi yang dilakukan diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana.

Kedepannya, Gamalis menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menghadapi cuaca ekstrem di tahun mendatang. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sistem peringatan dini yang ada, Pemkab Berau berharap bisa lebih cepat dalam merespons dan menanggulangi potensi bencana, agar masyarakat bisa lebih aman dan terlindungi. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih