Aan DPRD Turun Tangan! Bersihin Sungai Mahakam Bareng Warga
Kaltimdaily.com, Samarinda – Buat ngerayain Hari Sungai Nasional, anggota Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Andriansyah—yang akrab disapa Aan—nggak cuma duduk manis.
Ia langsung turun ke lapangan, mimpin aksi bersih-bersih Sungai Mahakam di kawasan Kampung Ketupat, Samarinda Seberang, Minggu pagi (27/7/2025).
Aksi ini rame banget! Dari anak muda HMI, komunitas Lakas Basimpun, relawan World Clean-Up Day (WCD), mahasiswa KKN UINSI Samarinda, sampai masyarakat sekitar ikut gabung.
Semuanya kompak bersihin bantaran dan badan sungai dari tumpukan sampah plastik dan tanaman liar kayak enceng gondok. DLH juga dukung penuh, sampai nurunin dua truk buat angkut sampahnya.
Aan bilang, kegiatan ini bukan cuma simbolis doang, tapi bentuk aksi nyata buat ngajak masyarakat berubah.
“Hari ini kita bersihin, tapi kalau perilaku masyarakat nggak berubah, besok-besok ya kotor lagi,” tegas Muhammad Andriansyah.
Sebagai anggota Fraksi Demokrat, Aan juga lagi fokus dorong Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) soal sempadan sungai.
Katanya sih ini bakal jadi dasar hukum buat ngatur pembangunan di sekitar sungai biar nggak ngawur dan tetap ramah lingkungan. “SK Pansus-nya udah keluar. Insya Allah Agustus sampai Desember kita garap,” jelasnya.

Ketua RT 20 Kampung Ketupat, Muhammad Tomi, juga ngasih jempol buat aksi ini.
Menurutnya, kegiatan kayak gini penting banget dan harus jadi rutinitas, bukan acara musiman. “Satu kali aksi belum cukup buat bangun kesadaran,” ucap Tomi.
Kampung Ketupat sendiri udah punya program bank sampah yang digerakkan kelurahan. Setiap Jumat, warga nimbang dan setor sampah buat dapet penghasilan tambahan.
Aan pun siap ngebantu, bareng mahasiswa KKN, buat bikin unit bank sampah baru dan nyediain tempat pembuangan khusus buat plastik.
Aan juga percaya kalau sungai bersih nggak cuma bikin lingkungan sehat, tapi bisa jadi peluang wisata yang menguntungkan kota.
“Kalau sungai bersih, bukan cuma jadi sumber kehidupan, tapi juga bisa jadi sumber PAD dari sektor pariwisata,” tutup Muhammad Andriansyah dengan optimis.
Kawasan Kampung Ketupat emang punya potensi besar, soalnya terkenal sebagai spot wisata budaya dan kuliner.
Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, makin banyak pengunjung yang betah datang. Misi Aan buat jaga identitas Samarinda lewat sungai pun mulai kelihatan hasilnya! (*)

















