Kaltimdaily.com, PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) punya gebrakan baru buat warganya yang belum punya sambungan air bersih ke rumah. Sekarang, warga bisa pasang sambungan air bersih cukup dengan sistem cicilan bulanan. Gak perlu lagi bayar mahal di awal!
Langkah ini diambil Pemkab setelah program sambungan gratis dari pusat selesai. Tapi bukannya nunggu bantuan lagi, Pemkab PPU langsung gercep cari solusi sendiri yang lebih realistis dan langsung kerasa manfaatnya buat masyarakat kecil.
Nicko Herlambang, Dewan Pengawas Perumda Air Minum Danum Taka bilang, pemerintah pengen semua warga bisa akses air bersih tanpa terbebani biaya besar. “Program gratis dari pusat udah berakhir, jadi kita jalanin skema cicilan biar warga tetap bisa nikmatin air bersih,” jelasnya.
Dengan skema ini, masyarakat cuma perlu bayar per bulan. Sambungan langsung aktif dan air bersih pun langsung ngalir ke rumah. Solusi ini jelas bantu banget buat warga yang penghasilannya terbatas.
Saat ini cakupan layanan air bersih di wilayah PPU yang juga bagian dari kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) masih di angka 37%. Salah satu tantangan beratnya adalah keterbatasan air baku karena wilayahnya yang luas dan tersebar.
Meski begitu, Pemkab terus push berbagai upaya. Dari mulai pemanfaatan embung dan waduk, sampai pembangunan jaringan pipa dan sistem penyediaan air minum (SPAM). Sebagian proyek bahkan didanai lewat skema bantuan keuangan alias bankeu.
Target ambisiusnya, dalam lima tahun ke depan cakupan layanan air bersih bisa naik sampai 60-65 persen. Semua sektor diajak sinergi biar prosesnya makin cepat dan manfaatnya makin merata buat semua lapisan masyarakat.
Langkah Pemkab PPU ini nggak cuma soal infrastruktur, tapi juga soal keadilan akses. Dengan makin banyaknya warga yang bisa nikmatin air bersih dari rumah sendiri, kualitas hidup pun makin naik dan kesehatan keluarga jadi lebih terjaga.
Upaya ini juga jadi bukti kalau keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah masih jadi fokus utama pemerintah daerah. Harapannya, model seperti ini bisa ditiru daerah lain demi masa depan yang lebih sehat dan merata buat seluruh rakyat Indonesia. (*)















