Kaltimdaily.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan semakin mempercepat langkahnya dalam transformasi digital melalui program “Go See The World”, yang menghadirkan akses WiFi gratis di 362 titik di seluruh kota. Program ini dirancang untuk mendukung keterbukaan informasi dan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pelajar, pelaku usaha kecil, serta masyarakat umum. WiFi gratis ini tersebar di lokasi strategis, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, taman kota, hingga pasar tradisional.
Walikota Balikpapan, Rahmad Masud, mengungkapkan bahwa program WiFi gratis adalah bagian dari visi Pemkot untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang modern dan kompetitif. Menurutnya, infrastruktur digital yang handal menjadi kunci untuk menciptakan kota yang terbuka dalam hal informasi dan komunikasi. Dengan keberadaan titik-titik WiFi ini, warga Balikpapan dapat dengan mudah mengakses informasi dan berkomunikasi tanpa kendala biaya.
Kecepatan internet yang disediakan berkisar antara 50 hingga 100 Mbps, cukup memadai untuk kegiatan belajar daring, bekerja jarak jauh, dan berbagai aktivitas digital lainnya. Untuk mengakses layanan ini, masyarakat cukup berada di area yang terjangkau sinyal WiFi dan melakukan login tanpa perlu memasukkan kata sandi. Pemilihan titik-titik WiFi dilakukan berdasarkan tingkat mobilitas dan kebutuhan yang ada di setiap wilayah.
Pengawasan terhadap kualitas layanan WiFi ini dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas. Setiap titik WiFi memiliki penanggung jawab dari masyarakat setempat yang memastikan kelancaran operasional. Selain itu, Pemkot Balikpapan juga menyediakan grup WhatsApp untuk teknisi di setiap kecamatan guna menangani gangguan teknis yang mungkin terjadi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga rutin melakukan evaluasi penggunaan layanan setiap tahun. Jika ditemukan titik WiFi dengan penggunaan yang rendah, perangkat tersebut akan dipindahkan ke lokasi yang lebih membutuhkan.
Melalui program ini, Pemkot Balikpapan berharap ekosistem digital di kota ini akan berkembang pesat. Harapannya, Balikpapan bisa segera menjadi kota pintar yang inklusif dan modern, di mana setiap warganya dapat memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan. Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan untuk mengajukan usulan penambahan titik WiFi baru melalui kelurahan setempat, yang memungkinkan program ini berkembang lebih luas lagi.
Transformasi digital yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan menunjukkan komitmen mereka dalam menyediakan layanan yang memadai bagi masyarakat. Akses WiFi gratis ini tidak hanya mempermudah warga dalam mengakses informasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan perekonomian digital. Program ini dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia yang ingin mengembangkan infrastruktur digital demi kesejahteraan masyarakat.
Sebagai langkah selanjutnya, Pemkot Balikpapan berencana untuk terus memperluas jaringan WiFi ini, dengan menambah lebih banyak titik di area yang belum terjangkau. Masyarakat dapat memberikan masukan mengenai lokasi yang membutuhkan WiFi melalui jalur resmi, memastikan bahwa setiap bagian kota mendapatkan manfaat dari program ini. (*)















