banner-sidebar
TeknoFokus

Teknologi AI Bikin Modus Smishing Makin Sulit Dideteksi

Avatar
1095
×

Teknologi AI Bikin Modus Smishing Makin Sulit Dideteksi

Share this article
Teknologi AI Bikin Modus Smishing Makin Sulit Dideteksi
Fraud. Ft by GettyImages

Kaltimdaily.com, Tekno – Kalau kamu ngerasa akhir-akhir ini HP sering dapet SMS mencurigakan, kamu nggak sendirian. Canadian Anti-Fraud Centre (CAFC) mencatat bahwa upaya penipuan lewat SMS, yang dikenal dengan istilah smishing, lagi naik daun. Salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan alias AI, yang membuat modus kejahatan ini makin licin dan meyakinkan.

Jeff Horncastle, petugas komunikasi dari CAFC, bilang walaupun laporan penipuan yang masuk turun dibanding tahun-tahun sebelumnya, itu bisa menyesatkan. Soalnya, hanya sebagian kecil korban yang lapor. Menurutnya, smishing “kemungkinan besar meningkat”, apalagi dengan adanya AI yang bisa bantu bikin pesan palsu tampak makin meyakinkan dan menyasar korban dari data yang bocor.

Smishing sendiri gabungan dari kata SMS dan phishing, yaitu aksi penipuan lewat pesan singkat yang biasanya nyuruh korban ngeklik link tertentu. Link itu bisa aja nyamar jadi informasi dari bank, kurir, pajak, atau lembaga resmi lainnya. Begitu korban klik, data pribadi bisa langsung disedot.

Berbeda dari modus penipuan lain yang melibatkan percakapan telepon atau panggilan palsu dari “rekruter kerja”, smishing cukup bermodal teks. Tapi jangan remehkan, karena AI bisa bantu membuat pesan nyaris tanpa kesalahan ejaan dan menyusun kata-kata seolah dari institusi asli. “Dulu kita selalu bilang, hati-hati kalau ada typo. Tapi sekarang, AI bikin pesan jadi makin rapi dan nggak mudah dibedakan dari yang asli,” kata Horncastle.

CAFC mencatat ada 886 laporan smishing masuk di paruh pertama 2025, turun dari 2.546 laporan di 2024 dan 3.874 laporan di 2023. Tapi menurut Horncastle, angka-angka itu nggak menggambarkan situasi sebenarnya. Faktanya, hanya sekitar 5-10% korban yang benar-benar melaporkan kejadian penipuan.

Kantor Persaingan Usaha Kanada juga angkat bicara, mereka memperingatkan agar masyarakat tidak mengklik link mencurigakan, serta segera melaporkan SMS aneh ke nomor 7726 (SPAM). Pesan seperti ini sebaiknya langsung dihapus dan nomornya diblok, jangan sampai dibalas, bahkan dengan kata “STOP” atau “NO”.

Menurut Horncastle, para pelaku kejahatan kini punya “senjata baru” yaitu teknologi AI yang bisa digunakan buat kirim pesan massal secara otomatis dan presisi. Belum lagi ditambah dengan teknik spoofing, yang bisa bikin nomor pengirim tampil seolah-olah dari lembaga resmi, seperti CRA (Canada Revenue Agency) atau bahkan CAFC itu sendiri.

Sementara itu, Josephine Palumbo dari Competition Bureau menyebut bahwa kartu SIM prabayar yang nggak perlu verifikasi identitas bikin pelaku makin susah dilacak. “Inilah kenapa kami terus memperingatkan publik lewat berbagai saluran agar tetap waspada dan selalu cek sumber informasi,” ujarnya.

Smishing memang bukan hal baru, tapi kecanggihan teknologi bikin penipuan ini makin susah dikenali. Masyarakat perlu melek digital, lebih teliti, dan jangan gampang panik saat terima SMS dari nomor asing yang minta klik link atau isi data.

Untuk menghadapi era digital yang makin rawan penipuan, pemerintah dan penyedia layanan seluler perlu memperkuat sistem deteksi dini dan edukasi publik. Sementara kita sebagai pengguna, harus tetap waspada dan jangan kasih celah sedikit pun untuk para penipu digital berkeliaran. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih