Kaltimdaily.com, Nasional – Kabar soal adanya kesepakatan antara Aburizal Bakrie dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buat nyopot Sri Mulyani dari kursi Menteri Keuangan bikin kaget sejumlah pihak, termasuk dari internal PDIP. Salah satu kadernya, Hendrawan Supratikno, ngak nyangka kalau gosip itu beneran ada.
“Eh, serius tuh?” ujar Hendrawan dengan ekspresi kaget saat ditemui di Gedung DPR, Senin (18/1). Politisi yang juga duduk di Pansus Century itu bilang, kalau emang ada pertemuan tingkat elit, pasti tujuannya buat ngeredam kegaduhan politik yang makin panas. “Kalau bos-bos udah duduk bareng, ya pasti mau ademkan suasana,” jelasnya.
Menurut Hendrawan, kalau bener ada deal, bisa jadi ini cara Golkar buat ngasih sinyal ke SBY: “Oke lo evaluasi koalisi, tapi bikin dulu kondisi yang mendukung dong.” Salah satu prakondisi itu ya kemungkinan pencopotan Sri Mulyani.
Meski begitu, PDIP bilang mereka gak akan terpengaruh isu politik semacam itu. Fokus mereka tetap di pengusutan tuntas kasus dana talangan Bank Century. “Kami nggak berpihak. Yang penting kasus ini harus dibuka terang-benderang,” tegas Hendrawan.
Dia juga ngingetin, jangan cuma fokus ke satu orang. Selain Sri Mulyani, Boediono juga disebut-sebut terlibat. Jadi menurutnya, semua pihak yang langgar undang-undang harus tanggung jawab bareng-bareng. “Kalau cuma Bu Sri Mulyani yang dicopot, ya nggak fair dong,” lanjutnya.
Drama soal Sri Mulyani ini makin nunjukin kalau politik Indonesia emang penuh dinamika. Di tengah isu reshuffle, publik harus tetap jeli ngelihat mana yang murni hukum dan mana yang dibungkus kepentingan.
PDIP berharap proses hukum terus jalan tanpa intervensi politik. Sebab kalau satu orang aja yang dikorbanin, keadilan buat rakyat bisa jadi cuma formalitas belaka. (*)















