Kaltimdaily.com, Kutai Barat —
Upaya memperkuat identitas kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila menyentuh wilayah pedalaman. Kegiatan Sosialisasi Peraturan (Sosper) ke-7 dengan tema Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan digelar pada 26 Juli 2025 di BPU Kampung Tutung, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat.
Acara menghadirkan dua narasumber yang memberikan perspektif dari sisi ideologi dan kebangsaan serta peran civil society, yaitu:
-
Bapak Suwito, S.STP, dari Dinas Kesbangpol Kabupaten Kutai Barat,
-
dan Muhammad Aidil Shiddiq, anggota DPW PAN Kalimantan Timur.
Diskusi yang dipandu oleh moderator M. Rendi Rifaldy berjalan interaktif dengan partisipasi aktif masyarakat setempat, terutama pemuda dan tokoh komunitas. Dalam sesi tersebut, materi difokuskan pada pemahaman dasar Pancasila sebagai dasar negara, serta pentingnya menjaga persatuan melalui wawasan kebangsaan di tengah keberagaman lokal.
Abdul Rahman Agus juga menyebut pancasila harus hidup dalam aktifitas sehari-hari rakyat. Dirinya yang merupakan Dapil Kutai Barat–Mahakam Ulu,menekankan bahwa penguatan Pancasila dan wawasan kebangsaan bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk mencegah disintegrasi serta memperkuat gotong royong di masyarakat.
“Kita tidak bisa membiarkan nilai-nilai kebangsaan hanya ada di buku atau upacara. Pancasila harus hidup dalam interaksi sehari-hari, menjadi perekat di tengah keberagaman. Pendidikan seperti ini penting agar warga—terutama di daerah terpencil—memahami bahwa kebangsaan dimulai dari saling menghargai dan bersinergi,” ujar Abdul Rahman Agus.
Ia menambahkan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan sejak dini mampu menjadikan masyarakat lebih resilien terhadap pengaruh negatif eksternal dan memperkuat ikatan sosial lokal.
“Kalau akar kebangsaan kuat, maka tantangan seperti polarisasi dan paham yang mengikis persatuan bisa diminimalkan. Sosper ini adalah langkah nyata membumikan semangat itu,” tutupnya.









