Kaltimdaily.com, Bontang – SMP Negeri 3 Bontang yang berlokasi di Jalan Pelabuhan III lagi-lagi dibuat resah.
Bukan karena siswa bandel, tapi karena truk-truk gede yang tiap hari lalu-lalang di depan sekolah, terutama pas jam masuk dan pulang sekolah.
Kepala sekolahnya, Pak Mukono, sampai angkat suara soal bahaya yang bisa ngancam keselamatan para murid.
“Kami cuma bisa ingetin anak-anak biar hati-hati dan koordinasi sama RT sama komite sekolah. Tapi jujur aja, belum ada solusi sampai sekarang,” ujar Pak Mukono, Rabu (23/7/2025).
Yang makin bikin khawatir, katanya beberapa truk sering banget parkir di depan gerbang sekolah.
Nggak ada juga pembahasan resmi dari pihak perusahaan atau pengelola truk buat atur alur lalu lintas. Bisa dibayangin kan, bahaya banget kalau ada anak sekolah yang nggak sengaja keserempet?
Masalah di SMPN 3 ini ternyata nggak berhenti sampai di situ. Saat hujan deras, halaman sekolah bisa berubah jadi kolam dadakan. Bangunan sekolah yang lebih rendah dari jalan bikin air gampang ngumpul dan susah surut karena nggak ada saluran pembuangan.
“Kalau hujan, ruang kelas sampai halaman bisa banjir. Airnya susah turun, karena emang nggak ada jalur pembuangan,” lanjutnya.
Selain itu, aktivitas pengangkutan koral di sekitar sekolah juga nyumbang masalah lain—debu! Udara sekitar sekolah jadi nggak sehat, dan ini tentu aja bisa berdampak buruk ke kesehatan siswa dan guru.
Pak Mukono pun berharap ada tindakan nyata dari Pemkot Bontang dan DPRD. Nggak cuma datang buat lihat-lihat, tapi juga turun tangan cari solusi. Kalau dibiarkan terus, relokasi sekolah bisa jadi satu-satunya pilihan yang masuk akal.
“Kalau nggak ada langkah tegas, ya bisa jadi relokasi adalah pilihan terakhir,” tegasnya.
Permasalahan di SMPN 3 Bontang ini harusnya jadi alarm buat semua pihak, terutama pemerintah kota dan stakeholder terkait.
Nggak bisa dibiarkan terus-terusan karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan dan kenyamanan proses belajar-mengajar.
Dengan situasi yang makin darurat, harapan besar tertuju ke pemangku kebijakan.
Apakah mau menunggu terjadi kecelakaan baru bertindak? Atau bergerak sekarang demi masa depan anak-anak Bontang yang lebih aman dan sehat? (*)

















