banner-sidebar
Samarinda

Seragam Sekolah Mahal? DPRD dan Disdik Turun Tangan

Avatar
1002
×

Seragam Sekolah Mahal? DPRD dan Disdik Turun Tangan

Share this article
Seragam Sekolah Mahal? DPRD dan Disdik Turun Tangan
Asli Nuryadin. Ft by Yana

Mahalnya Seragam Sekolah Bikin Warga Resah, DPRD Samarinda dan Disdik Langsung Bergerak

Kaltimdaily.com, Samarinda – Gara-gara harga seragam sekolah makin bikin dompet jebol, Komisi IV DPRD Kota Samarinda langsung turun tangan.

Bareng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), mereka ngadain rapat bareng alias hearing pada Senin (21/7/2025) buat ngebahas masalah yang lagi ramai diomongin warga ini.

Rapat yang digelar di Ruang Gabungan Lantai 1 DPRD itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Mohammad Novan Syahronny Pasie, bareng timnya: Sri Puji Astuti, Anhar, Harminsyah, dan Abdul Muis.

Hearing ini juga merupakan kelanjutan dari sidak yang sempat dilakukan Wali Kota ke sekolah yang diduga ngejual atribut sekolah dengan harga yang nggak masuk akal.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, bilang kalau pihaknya udah bikin konsep buat standarisasi harga seragam sekolah. Tapi, semuanya masih nunggu lampu hijau dari Wali Kota.

“Konsepnya udah kita serahin ke Pak Wali. Harga detail belum bisa diumumkan, tapi kita udah punya rentang harga berdasar hasil survei harga pasar online. Nanti bakal ada batas bawah dan atas,” jelas Asli.

Asli juga ngingetin, koperasi sekolah jangan cuma mikirin untung gede. Bahkan, dia bilang kalau seragam lama masih bagus, ya dipakai aja. Nggak perlu maksa beli baru.

“Kalau siswa SMP masih punya seragam SD dan kondisinya oke, ya silakan dipakai dulu. Jangan bikin orang tua makin berat,” ujarnya.

Sidak Wali Kota kemarin ternyata dipicu laporan dari orang tua murid yang ngerasa dipaksa beli seragam. Parahnya lagi, beberapa sekolah udah nyebarin daftar belanja sebelum harga standarnya ditetapin.

Disdikbud juga lagi nyusun aturan biar jelas mana atribut yang wajib dibeli dan mana yang enggak. Seragam olahraga dan batik termasuk yang wajib, tapi PDH dan almamater nggak harus dibeli.

Sayangnya, soal subsidi seragam dari APBD, Asli bilang belum ada dana yang dialokasikan.

Tapi dia berharap, ke depan bisa ada bantuan dari dana BOS atau APBD buat siswa kurang mampu.

Yang bikin kaget lagi, Asli nemuin ada item yang dijual jauh lebih mahal dari harga pasaran. Contohnya buku kesehatan, yang seharusnya cuma Rp13 ribu, tapi di sekolah bisa tembus Rp50 ribu!

“Item tambahan kayak psikotest atau asuransi yang nggak masuk daftar resmi, nggak boleh diwajibin,” tegas Asli.

Asli berharap konsep harga seragam sekolah ini bisa segera disetujui Wali Kota biar langsung bisa diterapin di semua sekolah.

Transparansi dan keadilan jadi kunci utama, supaya nggak ada lagi orang tua yang harus ngeluh gara-gara harga seragam yang nggak wajar.

Langkah tegas dari DPRD dan Disdikbud ini diharapkan bisa bikin sistem pendidikan di Samarinda makin manusiawi.

Seragam sekolah harusnya jadi simbol keseragaman, bukan beban keuangan yang bikin stres orang tua tiap tahun ajaran baru. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih