Kaltimdaily.com, IKN — Kawasan seluas 1.805 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sejak 2024 menjalani program rehabilitasi ekosistem kini menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Dulu, kawasan ini adalah perkebunan monokultur eukaliptus yang tidak ramah terhadap lingkungan. Kini, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi hutan hujan tropis yang lebih beragam dengan berbagai tanaman endemik Kalimantan yang ditanam untuk mempercepat pemulihan ekosistem.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa selain tanaman endemik seperti meranti, gaharu, dan kapur, berbagai pohon multi-purpose juga ditanam. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan kesuburan, serta mendukung keberagaman hayati di kawasan ini. Hasilnya, beberapa spesies burung dan satwa lainnya telah kembali ke wilayah ini, yang menjadi indikator positif atas keberhasilan rehabilitasi tersebut.
Program rehabilitasi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan dan Perhutanan Sosial. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan pentingnya keberadaan hutan sebagai sumber daya alam yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Dalam kunjungannya ke lokasi rehabilitasi, ia menyampaikan bahwa pohon-pohon yang ditanam dua tahun lalu kini telah tumbuh subur, menggantikan perkebunan eukaliptus yang sebelumnya mendominasi kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Menteri Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan di Kalimantan Timur. Program perhutanan sosial ini memberikan akses legal kepada masyarakat sekitar untuk berperan dalam pengelolaan hutan. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini diharapkan dapat mendukung kelestarian hutan secara berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur IKN dan kelestarian lingkungan. Dengan keberhasilan rehabilitasi hutan ini, IKN diharapkan dapat menjadi model kota masa depan yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pencapaian pemulihan ekosistem di IKN menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mewujudkan kota yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan. Keberhasilan ini memberikan potensi besar tidak hanya dalam hal ekologi, tetapi juga dalam pembukaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Program perhutanan sosial yang berjalan di IKN diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal dan menciptakan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, IKN semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi “forest city” yang ideal, di mana kemajuan teknologi dan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam. Keberhasilan rehabilitasi hutan ini membuka jalan bagi pembangunan yang lebih hijau, sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup. (*)

















