banner-sidebar
Nasional

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Apa Alasan di Baliknya?

Avatar
1070
×

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Apa Alasan di Baliknya?

Share this article
Rahayu Saraswati. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo resmi mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra periode 2024-2029. Keputusan tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (10/9/2025).

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Gerindra,” tulisnya dalam unggahannya.

Meskipun Rahayu tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik pengunduran dirinya, ia sempat menyinggung pernyataan kontroversialnya yang sempat mencuat pada Februari 2025. Dalam pernyataan itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak bergantung pada pemerintah dan lebih memilih untuk menjadi pengusaha.

Ucapan tersebut memicu kritik keras, terutama dari kalangan anak muda, dan dianggap meremehkan rakyat. Rahayu kemudian menegaskan bahwa pernyataannya telah dipelintir dan disalahartikan, yang menyebabkan kemarahan publik.

Rahayu Saraswati dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto dan putri dari pengusaha ternama Hashim Djojohadikusumo. Dalam dunia politik, ia memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Selain terpilih menjadi anggota DPR dari Dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) pada Pemilu 2024, Rahayu sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPR pada periode 2014-2019 dari Dapil Jawa Tengah IV, meski gagal lolos pada Pemilu 2019.

Selain itu, Rahayu juga terlibat dalam kontestasi politik lainnya, seperti Pilkada 2020, di mana ia mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan mendampingi Muhamad. Meskipun didukung oleh sembilan partai besar, pasangan ini kalah dari petahana Benyamin Davnie. Pada Pemilu 2024, Rahayu kembali berhasil melenggang ke Senayan sekaligus menjadi Wakil Komandan TKN Fanta dalam pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

Di dalam Partai Gerindra, Rahayu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Umum organisasi sayap Tunas Indonesia Raya (Tidar). Selain aktif dalam politik, ia juga dikenal sebagai aktivis anti perdagangan orang melalui jaringan JarNas Anti TPPO.

Rahayu juga terlibat dalam beberapa kasus penting, seperti saat ia membela Ipda Rudy Soik yang dipecat setelah membongkar mafia BBM di NTT pada rapat Komisi III DPR.

Keputusan mundur dari DPR ini menandai babak baru dalam perjalanan politik Rahayu Saraswati. Keputusan ini datang setelah beberapa tahun penuh tantangan dalam dunia politik, baik di parlemen maupun dalam kontestasi pilkada. Meskipun begitu, langkah ini membuka peluang bagi Rahayu untuk mengeksplorasi peran-peran lain yang mungkin lebih cocok dengan visi dan misinya.

Mundurnya Rahayu Saraswati dari DPR menjadi perhatian besar di dunia politik Indonesia. Masyarakat kini menanti langkah selanjutnya dari sosok yang dikenal dengan kiprah politiknya yang tidak pernah sepi dari sorotan.

Keputusan ini juga menyisakan banyak pertanyaan mengenai arah politiknya ke depan dan apakah ia akan kembali ke dunia politik dalam kapasitas yang berbeda atau fokus pada kegiatan sosial yang selama ini ia jalani. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih