banner-sidebar
NasionalInternasional

Presiden Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-AS di Washington D.C.

Avatar
882
×

Presiden Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-AS di Washington D.C.

Share this article
Presiden Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-AS di Washington D.C.
Prabowo. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Washington D.C., Amerika Serikat, untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Kunjungan ini juga bertujuan untuk membahas perundingan tarif dagang yang dianggap penting bagi ekonomi kedua negara. Dalam perjalanan ini, Prabowo didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Kunjungan dimulai pada Senin, 16 Februari 2026, dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Setibanya di Washington, Prabowo mendapat sambutan dari sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala BIN, Herindra. Kunjungan ini difokuskan pada pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan ekonomi.

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART), yang bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Sebelum berangkat, Prabowo memimpin rapat dengan sejumlah menteri di Jakarta untuk mempersiapkan perundingan tersebut, dengan menekankan bahwa setiap keputusan harus mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.

Menteri-menteri yang hadir dalam rapat persiapan, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, turut membahas strategi untuk memastikan agar hasil perundingan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Salah satu prioritas utama adalah meningkatkan produktivitas industri dalam negeri dan memperkuat rantai pasok global.

Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagramnya, menyebutkan bahwa Prabowo menegaskan pentingnya memastikan perundingan ini tidak hanya menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memberi dampak positif bagi penguatan struktur ekonomi nasional Indonesia.

Selain agenda perundingan dagang, pada 19 Februari 2026, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat pertama Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump. Rapat ini akan membahas berbagai isu perdamaian global, sebagai bagian dari komitmen kedua negara dalam mempromosikan stabilitas internasional.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Washington D.C. ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi kerja sama Indonesia-AS di sektor perdagangan dan ekonomi, serta memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Dengan dilandasi prinsip perdamaian dan kemitraan strategis, kedua negara berharap dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi kedua bangsa dan dunia secara keseluruhan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih