banner-sidebar
Kutai Kartanegara

Peristiwa Kebakaran Gang 07, Kukar: Bangunan Kontrakan Ludes Dilalap Api

Avatar
181
×

Peristiwa Kebakaran Gang 07, Kukar: Bangunan Kontrakan Ludes Dilalap Api

Share this article
Kebakaran. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kukar – Pada Kamis pagi, 22 Januari 2026, kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Gang 07 RT 02, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 07.20 WITA ini menghanguskan sebuah bangunan kontrakan berbahan kayu yang terdiri dari enam unit pintu. Api dengan cepat melahap seluruh bagian bangunan, yang terbuat dari material mudah terbakar, menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 juta.

Kebakaran terjadi pada saat sebagian besar warga tengah melakukan aktivitas pagi, seperti mempersiapkan diri untuk berangkat kerja atau mengantar anak ke sekolah. Meski api berhasil menghanguskan bangunan secara keseluruhan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Seluruh penghuni kontrakan dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang untuk memastikan sumber api dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Salah satu warga setempat, Sumiati, menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui adanya kebakaran setelah mendengar keributan dari luar rumah. Saat keluar untuk mengecek, ia mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas LPG. Meskipun demikian, Sumiati tidak dapat memastikan dengan pasti penyebab awal kebakaran yang menghanguskan bangunan kontrakan tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan bahwa pihaknya segera merespons laporan dari warga dan mengerahkan 15 unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan melibatkan sejumlah relawan yang membantu di lapangan.

Fida menambahkan, tantangan utama yang dihadapi petugas adalah kondisi kawasan yang sangat padat penduduk, sehingga menyulitkan akses armada menuju titik api.

“Kami selalu berupaya merespons cepat setiap laporan kebakaran. Namun, kondisi lingkungan yang sempit dan padat menjadi kendala tersendiri bagi petugas dalam proses pemadaman,” ujar Fida.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman dengan bangunan berbahan mudah terbakar. Mereka juga meminta warga untuk memastikan instalasi gas dan listrik dalam keadaan aman serta tidak meninggalkan api menyala tanpa pengawasan.

Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar sangat diperlukan, terutama di kawasan padat penduduk dengan struktur bangunan yang rentan terbakar. Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas penanggulangan kebakaran agar dapat mengurangi dampak kerugian akibat bencana serupa di masa depan.

Selain itu, langkah-langkah preventif yang melibatkan partisipasi aktif warga sangat diperlukan untuk mencegah kejadian yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Pemerintah Kukar diharapkan bisa memberikan edukasi lebih lanjut mengenai pentingnya pencegahan kebakaran dan langkah-langkah penyelamatan yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kebakaran seperti ini bisa dicegah di masa mendatang. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih