Kaltimdaily.com, Balikpapan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan meresmikan Kilang Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina di Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026.
Peresmian kilang ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan yang diadakan di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2026, antara Prabowo dan sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih. Selain pembahasan seputar peresmian RDMP, pertemuan tersebut juga membahas penguatan sektor industri tekstil, otomotif, dan elektronik, serta hilirisasi proyek energi senilai US$ 6 miliar yang dijadwalkan dimulai pada Februari 2026.
Proyek RDMP Balikpapan merupakan bagian dari upaya modernisasi infrastruktur energi Indonesia dengan total investasi sekitar Rp 123 triliun. Kilang ini mencakup berbagai elemen penting, mulai dari sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga sistem pendukung yang menjamin keandalan rantai pasokan energi. Dengan pengoperasian RDMP, kapasitas pengolahan minyak di kilang ini diharapkan meningkat signifikan, yang pada gilirannya akan menghasilkan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih ramah lingkungan dan mendukung hilirisasi industri petrokimia.
Proyek yang dilaksanakan secara terintegrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional kilang serta menjamin keberlanjutan pasokan minyak mentah. Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan bukan hanya sebagai peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi juga sebagai pondasi dalam penguatan sistem energi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Proyek RDMP ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung transformasi industri energi Indonesia ke arah yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya kilang baru ini, Pertamina berkomitmen untuk memastikan pasokan energi yang handal dan ramah lingkungan, sebagai bagian dari langkah besar menuju kemandirian energi nasional.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan energi, RDMP Balikpapan juga diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi regional dengan membuka banyak lapangan pekerjaan serta menggerakkan sektor-sektor terkait lainnya. Keberadaan kilang ini juga menjadi simbol upaya Indonesia dalam mewujudkan visi ketahanan energi yang mandiri.
Peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)















